Senin, 15 Agustus 2011

HAH (drama)

Lakon
H A H
Karya PUTU WIJAYA



BAGIAN PERTAMA


NAMPAK SEBUAH RUANGAN MISKIN YANG SEKALIGUS MENJADI TEMPAT TIDUR, DAPUR, DAN SEGALANYA, BUAT SEBUAH KELUARGA YANG TERHIMPIT DALAM KESULITAN HIDUP YANG TAK TERTAHANKAN LAGI. MALAM HARI TATKALA KETUJUH ANAK DAN NENEKNYA SUDAH TIDUR BEGELETAKAN DI MANA-MANA, SEMENTARA SUAMI YANG ENTAH APA PEKERJAANNYA BELUM PULANG. DITERANGI OLEH LAMPU TEPLOK ISTRI YANG PEOT DIHAJAR KESULITAN SEHARI-HARI, DUDUK DI TEPI BALAI-BALAI MENYISIR RAMBUTNYA. LAMAT-LAMAT TERDENGAR SUARA MUSIK DANG-DUT. PIKIRAN-PIKIRAN WANITA YANG SEDANG MERATAPI NASIBNYA ITU TERCECER, TERBEBER DI SUDUT GUBUK, BERSERAKAN TAK KARUAN. KENYATAAN DAN LAMUNAN BERCAMPUR ADUK.



TETANGGA ( meludah dengan dahsyat )
Yang bener aja ! Jangan pura-pura lupa lagi. Kalau berani berbuat
harus berani bertanggungjawab.

TETANGGA
Kita sama-sama cari makan. Kita sama-sama punya anak.

TETANGGA
Kita sama-sama makan nasi. Kalau besok pagi masih mungkir lagi kita panggil polisi!

TETANGGA
Betul panggil polisi saja !

TETANGGA
Anaknya makin rusuh. Semuanya doyan nyolong. Lengah sedikit, jemuran kabur.

TETANGGA
Baru noleh sedikit semuanya amblas ! Apa-apaan ini sekarang ?!

TETANGGA
Sejak kamu tinggal di sini, gang ini mesum.

TETANGGA
Masih kecil-kecil begitu, putingnya saja belum mekar sudah diajar cari tamu. Bejat !

TETANGGA
Kalau kata kagak bisa kasih makan siapa nyuruh bikin anak seperti babi ?!

TETANGGA
Pokoknya kalau besok pagi duit kita belum dibalikin nggak tahu dah. Masuk masuk bui biarin, mau digampar juga nggak apa !

TETANGGA
Jangan pura-pura nggak denger lhu, brengsek!

ISTRI MENANGIS TERTAHAN SAMBIL TERUS MENYISIR.

TETANGGA
Hhh kuno! Boleh mewek tapi hutang tetap hutang ! Bayar!

TETANGGA
Jangan belagak pilon!

TETANGGA
Main sandiwara terus !

TETANGGA ( kepada penonton )
Kalau belum tahu kelakuannya memang ini bisa memfitnah.Dikiranya kita yang kejam makan darah orang yang tidak punya.

( menoleh )

Begitu mau kamu ya ?!

TETANGGA
Kelakuannya memang najis. Padahal dia sendiri yang sudah mengadu domba kita sampai
cakar-cakaran sama tetangga yang beda agama. Padahal dulu kita rukun sama-sama menunaikan
ibadah masing. Tolong-menolong. Sekarang … ihh

TETANGGA
Dia yang merusak anak kita yang sedang giat-giatnya belajar, kok orang yang tadinya bener
diajak main judi.

TETANGGA
Anak gue diajarin nyuntik, diajak main perempuan. Kurangajar.

TETANGGA
Kalau belum tahu memang, kelihatan alim. Kalau sudah tahu, ihhhh, ngeri, ini setan !

MERAIH BATU DAN HENDAK MELEMPAR TAPI TAK JADI

TETANGGA
Lempar saja biar mampus!

TETANGGA (Tak jadi melempar)
Ihhhhh ! Kesel gua, kesel !

TETANGGA
Lempar dong kalau kesel.

SALAH SEORANG MELEMPAR. TIDAK KENA. HAMPIR.

TETANGGA
Masak dia mengadu sama RW katanya kita

( tak jelas apa )

Hhh! Fitnah!

(BERBISIK)

TETANGGA
Kurang ajar ! Pantesan !

MELEMPAR

TETANGGA
Eeeeeee perek!

MELEMPAR

ISTRI KENA LEMPAR. IA BERUSAHA MELINDUNGI DIRINYA.LALU MENGGAPAI
GAPAI SESUATU SEPERTI MENCARI PEGANGAN.

TETANGGA
Awas dia pakai pisau !

TIDAK JADI MELEMPAR

SEMUA TETANGGA MENJAUHI. ISTRI MENGAMBIL PISAU DAPUR. IA MAJU DAN
MENUNJUKKAN PISAU ITU.PARA TETANGGA YANG MENJAUH.

ISTRI
Saya kan sudah ngaku. Betul. Itu salah anak-anak saya.Ya salah saya. Salah suami saya. Ya salah saya. Memang betul salah saya. Tapi saya kan sudah minta maaf. Sudah minta maaf berkali-kali.

TETANGGA
Minta maaf tapi kamu lakukan lagi ! Sama juga cipoa !

ISTRI
Ya saya minta maaf lagi.

TETANGGA
Minta maaf saja tidak cukup ! Kayak pemimpin saja kamu. Kalau salah minta maaf tapi terus saja nginjek

ISTRI
Habis bagaimana lagi ?

TETANGGA
Kok enak ?! Habis nyolong, habis berbuat mesum, habis bikin apa begitu memangnya cukup minta maaf ?

ISTRI
Mestinya bagaimana lagi ?

TETANGGA
Ya bagaimana-bagaimana dong, kok malah tanya. Enak di kau, brengsek! Gebukin aja!

ISTRI ( mengulurkan pisau )
Nggak tahu lagi saya harus bagaimana.Sudah begini saja. Bunuh saja dah sekarang daripada begini salah, begitu salah. Ini. Bunuh saja, nggak akan ngelawan saya.

TETANGGA
Eeeeee, kok enak. Habis ngutang mau mati. Lunasi dulu, nanti kalau sudah beres mau mati atau mau apa begitu terserah !

ISTRI ( masih mengacungkan pisau )
Ini, bunuh, bunuh saja. Siapa ? Daripada dihina, disakiti terus lebih baik mati !

TETANGGA
Lho kok dibalik! Kamu yang menghina bukan kita !

ISTRI ( menangis )
Saya sudah minta maaf saya sudah nyembah-nyembah, saya sudah mau apa saja, kok terus saja diinjak-injak. Matiin saja sekalian, ayo potong saja ini

(menarik dadanya mau memotong, semua mundur karena kaget)

daripada disakiti begini. Ayoooo, siapa siapa yang mau moton g ini ?!

MAJU MENDESAKKAN PISAU ITU. ORANG-ORANG MUNDUR.

ISTRI
Kenapa jijik ya? Apa saya saja yang motong?

MAU MELAKSANAKAN SENDIRI

TETANGGA
Lho, lho kok jadi begini lagi sekarang. Heeeeee! Jangannn! Sialan! Bisa kita yang salah ini

TETANGGA
Ayo, yo ntar kita lagi yang kena getahnya !

ISTRI (membuka pakaiannya)
Biar impas, ambil saja dua-duanya.

MEROGOH DADANYA MAU MEMOTONG

TETANGGA
Heeeee jangan!

TETANGGA
Wah, wah kumat lagi !

ISTRI
Potong ini, potong manusia yang laknat ini, iris-iris, supaya semuanya lega!

NEKAT MAU MEMOTONG

TETANGGA
Jangan!!!!!!!

MELEMPAR

ISTRI
Supaya impas.

MEMOTONG

SALAH SEORANG TETANGGA LARI DAN MENUBRUK. ISTRI JATUH. TETANGGA MENGAMBIL PISAU DAN MELARIKANNYA. ISTRI MENJERIT KESAKITAN

ISTRI
Tolongggggg! Tolongggggg! Aku mau dibunuhhhhh!

TETANGGA
Nah lhu! Sialan! Lariii!

TETANGGA YANG MEREBUT PISAU MELEMPARKAN PISAU ITU KEMBALI KE DEKAT ISTRI. ISTRI MENJERIT SEAKAN-AKAN DITIKAM.

ISTRI
Aduhhhhhhhhh!

SEMUA TETANGGA KABUR JATUH-BANGUN BERLARIAN. ISTRI KONTAN BERHENTI MENANGIS LALU MENGURUT TUBUHNYA.MEMANDANGI PARA TETANGGA ITU DENGAN AIR MUKA BERBEDA.MARAH DAN KESAL. KEMUDIAN MENGAMBIL PISAUNYA.

ISTRI
Ember! Dikira gampang bunuh orang ?

( keras )

Dikira gampang bunuh orang ? Ayo bunuh sini ! Bunuh sini! Lhu kalau betul berani, jangan ngangkang-ngangkang di belakang pantat. Sini lhu kalau berani !

(Meludah)

Pengecut! Tukang rampok!

(melihat kepada penonton. ketawa sinis)

Habis kalau tidak begituan kagak mau pergi.



DUA

NENEK, MERTUA SI ISTRI TERBANGUN.

NENEK ( terbangun )
Sapa yang nggak mau pergi?

ISTRI
Nggak.

NENEK
Malam-malam kok ngomel sendiri seperti orang edan.

ISTRI
Sudah tidur lhu tua bangka, mau ikut campur saja !

NENEK
Daripada ngomel cari duit begitu, kan bisa makan.

ISTRI
Orang sudah hampir mati begini, kok maunya makan melulu !

NENEK
Kalau banyak dosa memang matinya cepat, aku tidak ada dosa jadi nggak mati-mati. Mestinya kamu yang mati duluan

ISTRI
Diem lhu monyet ompong! Ntar gua sumpal sama kotoran mulut kamu yang becek itu. Hati gua udah mendidih ini. Kalau begini terus, memang jadi kepingin bunuh orang.

NENEK
Wong edan !

TIDUR LAGI

ISTRI
Apa ?

ISTRI HENDAK MENARIK KAKI NENEK, KEBURU PINTU DIGEDOR DARI LUAR.

PINCANG
Pian, Pian !

ISTRI MEMUNGGUT PISAU.

PINCANG ( menggedor )
Pian ! Awas kamu ! Kalau besok tidak dibagi, mati kamu ! Makan sendiri, curang ! Besok pagi-pagi gua tunggu di warung Hasan .Bawa semua kalau mau selamet ! Sialan !

MENENDANG PINTU.

ISTRI
Kalau mau bunuh, bunuh saja, jangan pakai nendang-nendang pintu !

PINCANG ( terdengar menjauh )
Besok pagi- pagi atau buntut lhu kita kerjain lagi !

ISTRI
Bangsat !

NENEK ( terbangun )
Siapa bangsat ? Kamu yang bangsat ! Kalau tidak bisa cari makan jangan maki-
maki orang tua !

( ngomel )

Dasar perempuan sembarangan

NGEDUMEL TAK JELAS.

ISTRI
Tiap malam ngomel aja! Cepetan mati dong! Sudah tua masih ngerepotin aja!

NENEK ( ngomel )

ISTRI
Diam ! Lagi pegang pisau ini !

NENEK DIAM. ISTRI MENDEKATI NENEK. IA MENIMANG-NIMANG PISAUNYA DI
DEKAT ORANG TUA ITU.AGAK LAMA.

NENEK ( tetap tiduran )
Jangan main-main, pisau itu, nanti terlanjur, masuk bui kamu !

ISTRI MEMEGANG PISAU ITU LALU MENDEKATI ANAKNYA. LAGU DANGDUT
TAMBAH KERAS. IA MEMEGANG ANAKNYA YANG PALING KECIL. MENGANGKAT KEPALANYA.LALU HENDAK MENGGOROKNYA. TAPI TAK JADI, LALU MENOLEH KE PENONTON DENGAN MATA CURIGA. LALU MENARUH LAGI ANAKNYA.MENARUH PISAUNA DAN DUDUK DI TEMPAT SEMULA.MENYISIR LAGI. TAK SENGAJA MENYANYI MENGIKUTI LAGU DANGDUT. LAGU DANGDUT TAMBAH KERAS. TAPI KEMUDIAN DIKALAHKAN OLEH SUARA MOTOR. INI JUGA BAGIAN TETESAN PIKIRAN ISTRI YANG SEDANG LUKA ITU.


TIGA

SEBUAH MOTOR NYELONONG DIKENDARAI OLEH HANSIP.SALAH SEORANG ANAK PEREMPUAN YANG SUDAH REMAJA DI SALAH SATU SUDUT RUANGAN ITU TERBANGUN, RUPANYA SUDAH MENUNGGU-NUNGGU SUARA MOTOR ITU. IA CEPAT MENDADANI DIRINYA DAN HENDAK MENYUSUL.

ISTRI
Mau ke mana ?

ANAK
Nggak.

ISTRI
Nggak apa ! Jangan ke situ !

ANAK
Nggak!

ISTRI
Jangan jual murah !

ANAK
Jual apa ? Orang mau ke situ kok .

ISTRI
Ke situ ke mana ? Nyabo ?!

ANAK
Nggak usah ya !

ISTRI
Jangan macem-macem lhu! Tiap hari dikasih makan dicebokin, giliran sudah gede, malah ngelawan.

ANAK
Sapa ngelawan ?

ISTRI
Jangan ke situ !

ANAK
Siapa yang ke situ!

ISTRI
Jangan nyabo sama Hansip.

ANAK
Apaan ! Ihhh!

PERGI JUGA KE DEPAN

ISTRI
Hansip punya apa ? Itu juga motor dinas ! Jangan mau dicipoain. Jangan keras kepala lhu ! Kalau mau pacaran cari mahasiswa, kalau mau nyabo lihat dompetnya jangan cari tampang bisa-bisa kamu yang bayar. Hee Lusi, buntet kuping lhu ya ! Bulu baru lima lembar juga sudah bertingkah. Jelek lhu !

ANAK
Biarin kok sewot !

ISTRI
Jangan mau kamu dikerjain, Hansip itu bokek kena AIDS !

ANAK
Kok tahu ?

ISTRI
Tahu aja !

ANAK
Bilang saja cemburu !

NENEK TERTAWA.

ISTRI
Tua bangka diam !

NENEK
Orang ketawa kok salah.

ISTRI
Jangan kebiasaan ketawa di belakang pantat sialan !

NENEK
Orang mimpi sendiri kok kagak boleh.

NGOMEL

ISTRI
Yang tua bangka yang pricil-pricil sama saja, busuk !

SUARA MOTOR KEDENGARAN LAGI.ANAK PASANG GAYA. KETIKA MOTOR LEWAT IA BERTERIAK.

ANAK
Ikut Oom !

MOTOR TERUS JALAN.

ISTRI
Rasain !

ANAK KEMUDIAN MENGANGKAT ROKNYA SEHINGGA CELANA DALAMNYA KELIHATAN.MOTOR ITU ATRET, DISERET OLEH HANSIP.

HANSIP
Mau ke mana ?

ANAK
Ke mana saja mau.

HANSIP
Nanti kena marah orang rumah ?

ANAK
Biarin. Udah biasa.

( langsung naik ke boncengan )

Ngebut ya !

( memeluk )

Ayo Oom !

HANSIP
Upahnya apa ?

ANAK
Apa saja deh !

HANSIP
Tapi tiga kali !

ANAK
Sip

HANSIP TERTAWA NGAKAK. TIBA-TIBA MUNCUL PEREMPUAN GENDUT MEMBAWA PENTUNGAN DAN LANGSUNG MELABRAK HANSIP LALU MENGANGKAT ANAK DAN MENCAMPAKKANNYA KE TANAH.

ISTRI HANSIP
Lonte ! Kecil-kecil sudah gatal begini, besar-besar kamu jadi peyeum ! Setan !

MELUDAHI. ANAK LARI DAN MELONCAT MASUK KE BAWAH BALAI-BALAI.

ISTRI HANSIP
Bilangin Mak kamu, kalau mau merebut laki orang terang-terangan! Kita selesaikan secara jantan!

MELUDAH LAGI

HANSIP
Dia Cuma mau num ...

LANGSUNG DIHAJAR LAGI

ISTRI HANSIP
Pulang ! Cepat pulang ! Dasar lelaki, bisa saja cari alasan. Dinas kek, lembur kek, tahunya cuma mau nyuci barang. Sudah layu begitu masih saja bertingkah ! Minggat !

( Hansip mendorong motornya dengan gugup )

Belum kapok kamu ya ! Satu kali lagi coba-coba ganggu laki gua awas barang kamu tak robek sampai jebol ! Kalau ada modal sih mendingan. Ini udah gembrot

( maksudnya memaki, ternyata ia menyebutkan ciri-ciri phisik dirinya sendiri),

beser, bau, kok genitnya minta ampun !

TETANGGA MUNCUL LAGI

TETANGGA
Ada apa ?

ISTRI HANSIP
Biasa !

TETANGGA
Memang ! Masak ya, kita susah-susah kumpulin dari sekepeng-sekepeng tahu-tahu datang lakinya, nyolong habis semuanya. Coba kalau pemerintah tidak kasihan sudah lama dia masuk Nusa Kambangan.

TETANGGA
Tapi pikir-pikir kalau diseret, ntar kita juga yang susah, siapa yang kasih makan anak-anaknya
yang saban tahun tambah terus seperti anjing itu ?

ANAK YANG TADI DI BAWAH KOLONG NAIK KE BALAI-BALAI.

ISTRI HANSIP
Bener, kalau tidak kasihan, sudah lama tak gasak.Tahu kan ? Bukan hanya anak perempuannya, yang laki-laki juga sudah rusak semua. Masak dari kecil bukannya di sekolahin begitu, biar tidak rusak seperti bapaknya. Malah diajarin nyolong.

ISTRI (nyeletuk)
Habis kalau sekolah memangnya bisa cari makan ?

TETANGGA
Orang sekolah bukan untuk cari makan tapi cari kepintaran supaya tidak ngaco, bego!

ISTRI
Buat apa pintar kalau kalau akhirnya nyolong juga? Lebih baik langsung saja nyolong

ISTRI HANSIP
Dengar. Dengar tidak ? Sadar dia. Sadar dia bejat. Itu suara setan!

ISTRI
Daripada mati kelaparan lebih baik bejat.

TETANGGA
Gila ! Kalau sudah begini harus depetrus juga biar jangan jadi penyakit.

ISTRI HANSIP
Lho, jadi kamu sadar kamu mendidik anak kamu jadi lonte, jadi maling ? Sadar ya !

ISTRI
Habis mau jadi apa lagi ?

ISTRI HANSIP
Tuh dengar, dia sadar !

TETANGGA
Tidak bisa diajak berunding lagi kalau sudah begini. Sudah nekat ! Sikat saja!

ISTRI
Anak banyak begini bagaimana kasi makan kalau tidak maling? Banting-tulang sudah bosan, nggak ada hasilnya..

TETANGGA
Habis elhu bukan banting tulang, lhu mengunyah tulang orang lain. Rumah-tangga orang lhu brengsekin. Dosa !

ISTRI
Kamu semua kan makannya berlimpah, diambil sedikit tidak akan mati.

ISTRI HANSIP
Mati sih belum.Tapi sakitnya itu. Kekinya.Ya kalau cuma harta, ini laki kita. Cinta kata orang itu tidak bisa diukur. Pokoknya kalau kamu mau ngapa-ngapain sama suami orang, terserah, asal jangan coba-coba dengan laki kita. Bisa mampus kamu gua piting!

ISTRI
Mampus lebih baik. Daripada begini. Apa sih enaknya hidup begini.( mengulurkan pisau ) Nih. Mau ? Tolong potongin biar cepetan dikit tamatnya. Udah bosan ini!

ISTRI BANGUN MENGULURKAN PISAU TETAPI NAMPAK SEPERTI MAU MENIKAM

ISTRI HANSIP
Gelo !

LARI

ISTRI
Nih, mau ?!

MELEMPAR PISAU KE TETANGGA

PARA TETANGGA ( terkejut dan lari )
Tolongggg !




EMPAT

ISTRI TERTAWA SAKIT.

ISTRI
Makanya jangan suka mengejek orang. Kalau orang sudah miskin pasti dijadikan bulan-bulanan. Ada yang kecolongan mesti kita yang dituduh pencurinya. Ada yang cakar-cakaran sama bini, mesti kita dibilang cabonya. Sialan! Kita mau nyanggah dia malah tambah getol membetot. Giliran kita pasrah eeeee dianya pontang-panting seperti diuber tsunami. .Orang kalau sudah kenyang memang buntet palanya. Mampus aja lhu semua !

NENEK ( bangun )
Apa ?

ISTRI
Nggak !

NENEK
Jangan bilang mampus-mampus sama gua. Kalau mau mampus, mampus aja sendiri !

NGOMEL

ISTRI ( menirukan omelan itu )

NENEK
Apa ?

ISTRI
Kalau mau mampus, lhu aja mampus sendiri!

NENEK ( ketawa )

ISTRI
Ketawa lagi?! Jelek lhu!

NENEK
Sapa ketawa! Cabo!

ISTRI KETAWA PAHIT.

ISTRI
Kalau bukan gua jadi bini anak elhu, udah dulu elhu jadi mummi. Edan!

NENEK
Apa?

ISTRI
Nggak!

PIKIRAN ISTRI KEMBALI BERSERAKAN.


LIMA

TIBA-TIBA SALAH SEORANG ANAK LAKINYA DILEMPARKAN DARI LUAR.BERDENTAM JATUH KE DEPANNYA.ISTRI TERKEJUT.

ISTRI ( berdiri )
Boy !

ANAK ITU PERLAHAN-LAHAN MENCOBA BERDIRI TAPI JATUH LAGI KESAKITAN.

ISTRI
Kenapa lhu ?

ANAK
Degebukin.

ISTRI
Digebukin sapa ?

ANAK
Biasa.Hansip.

ISTRI
Ketahuan lagi ?

ANAK
Nggak.

ISTRI
Habis kenapa debukin?

ANAK
Bininya.

ISTRI
Kamu gangguin ? Rasain lhu! Emangnya nggak ada kerjaan. Drum beser kayak itu mau kamu apain.

ANAK
Anaknya ngadu.

ISTRI
Si Ana ? Kenapa memang ? Bunting ?

ANAK
Kena.


HANSIP MUNCUL BAWA BAMBU.

HANSIP
Setan ! Sepilis ! Berani lagi dekat-dekat Si Ana gue, mampus kamu !

( memukul dengan bambunya )

Biar mampus kamu !

( melempar bambunya )

Bilangin Nyak lhu, tujuh kali lagi kamu hidup tidak bakalan jadi mantu gua!

ISTRI HANSIP DATANG DAN MENYERET SUAMINYA DENGAN PAKSA.

ISTRI HANSIP
Jangan pura-pura, ketahuan akal kamu !

HANSIP
Mau ambil bambunya !

MERAIH BAMBUNYA.

ISTRI HANSIP
Masih aja coba-coba.Tahu diri kamu. Ntar kena AIDS bary nyahok!

( tiba-tiba dia nungging dan mengangkat roknya ke arah Istri dan ketut besar )

Mampus kamu !

ISTRI HANSIP MENYERET HANSIP AGAR PULANG. BOY BANGUN DENGAN SUSAH PAYAH.IA BERJALAN NGANGKANG KESAKITAN. ISTRI MENADAHKAN TANGAN.

ISTRI
Mana ?

BOY MEROGOH SAKU LALU MENGOPER DUIT KECIL.

ISTRI
Tiga hari hilang cuman dapat beginian ?

BOY
Habis lagi ada halangan.

( berjalan ngangkang kesakitan )

Aduh, kiamat ini. Mau putus rasanya Mak.

ISTRI
Hhhh ! Apaan ini !

( membanting uang ke lantai )

Jangan tidur di situ. Di bawah saja, nanti kena semua. Bukannya dapat duit, malah bawa penyakit.

BOY BERJALAN KE DEKAT NENEK.NENEK BANGUN.

NENEK
Bau apa ini ? Ada tikus mati ?

BOY
Ya.

NENEK
Dasar cucunya kakek ! Jangan dekat gua, di situ saja !

BOY
Tolong Nek. Aduh.

NENEK
Mampuslah, makanya jangan diumbar !

BOY
Habis pingin


LIMA

PINTU DIGEDOR LAGI.

PINCANG
Pian ! Pian ! Jangan makan sendiri lhu! Curang lhu Bopeng!

ISTRI CEPAT-CEPAT MEMUNGGUT UANG YANG TADI DISERAKKANNYA.PINTU
TERUS DIGEDOR.

PINCANG
Kembalikan !

ISTRI
Kembalikan apa ?

PINTU DITENDANG.

PINCANG
Mana Pian ?

ISTRI
Belum pulang.

PINCANG
Bohong !

ISTRI
Boleh periksa.

PINCANG YANG BERTAMPANG SEREM DAN MISTERIUS MASUK BAWA SENJATA API YANG SEREM. IA MEMERIKSA RUANGAN.

PINCANG
Kamu tidak bisa lari Bopeng. Jangan coba-coba nipu Pincang.

ISTRI
Sumpah mati dia belum pulang sejak satu bulan.

PINCANG
Kamu kira gua bisa lhu kerjain ? Dulu itu kasihan gua lihat lhu belepotan begitu.Sekarang tidak bisa lagi. Ayo keluar !

ISTRI
Habis kalau nggak ada bagaimana keluar ?

PINCANG
Suruh dia keluar !

ISTRI
Nggak ada .

PINCANG
Pasti ada ! Di warung Hasan kagak ada, di Pasar Burung nggak ada, mesti di sini ! Keluar, keluar kampret. Kalau kagak keluar gua tembak. Gua obrak-abrik semuanya di sini.

ISTRI
Boleh.Tapi Pian memang kagak ada, mau apa. Sudah sebulan tidak pulang.

NENEK
Seminggu.

ISTRI
Satu bulan! Kali di tangkap di Pos. Atau udah mati.

PINCANG
Bopeng!!!

NENEK;
Berisik!

PINCANG
Hee ! Bongkok! Tikus busuik nggak usah ikut campur ! Mau dipatahin lagi ya ?

NENEK
Orang cuma ngasi tahu, seminggu bukan setahun Pian belum pulang.

PINCANG
Diam lhu !

( mengokang senjatanya )

Ini senjata pinjaman. Yang punya lagi tiduran sama jande tukanmg tahu di pasar. Tapi kalau gua tembak, pale lhu pecah juga jadi seribu. Jangan ikut campur, Hantu!

NENEK ( ngomel )

PINCANG
Berisik! Kalau Bopeng kagak ada di sini, mana barangnya?

ISTRI
Nggak tahu

NENEK
Di Pasar Burung kali.

PINCANG
Bangsat! Diam! Aku tidak cari burung! Morfin! Mana ?

NENEK {ketawa}
Kalau burung gua tahu!

PINCANG
Gua bunuh juga baru kapok ! Ngomong lagi!

( menodongkan lop senjata ke mulut NENEK. NENEK diam)

Gua sebel ini, tahu!. Dapat apa-apa bukannya dibagi, tapi dimakan sendiri, itu namanya tidak Pancasilais. Mestinya kan Gotong-royong. Nantang. Nanti kalau udah kepepet barfu datang nyembah-nyebah, minta ampun. Brengsek ! Mana laki lhu?

ISTRI
Belum pulang.

PINCANG
Bohong!

NENEK
Sumpah belum pulang.

PINCANG
Lhu jangan ikut campur!

ISTRI
Sumpah mati belum pulang kok.

PINCANG
Kenapa belum pulang ?

ISTRI
Nggak tahu ? Kita juga bingung !

PINCANG
Bohong !

ISTRI
Nggak percaya cari sendiri.

PINCANG
Bopeng! Lhu jangan bikin gua kalap ! Mana bagian gua! Jangan makan sendiri lhu!

ISTRI
Sudah dibilangin nggak ada kok

PINCANG
Mesti ada ! Gua obrak-abrik rumah ini sekarang.kalau dia nggak

(memukul dan menendang)

Bopenggggggg !

NENEK BANGUN HENDAK PERGI KELUAR.

PINCANG
Heee! Sundel Bolong, jangan kabur. Kembali! Lhu tiduran aja, Bongkok !

( Nenek kembali tiduran )

Lhu pikir gua bisa ditipu lagi? Ntar lagi bapak yang punya senjata ini tahu senjatanya gua bawa. Kalau dia sampai datang ke mari habis kamu. Lhu kenapa diam aja?

ISTRI
Tadi katanya diam. Sekarang udah dkiam ditanya kenapa diam

PINCANG
Berisik !

SEPERTI MAU MENAMPAR DENGAN POPOR SENJATA, ISTRI MENJERIT. SEMUA ANAK-ANAK BANGUN,KARENA ISTRI MENJERIT.

PINCANG (Ketawa}
Lhu semua jangan coba-coba sama Pincang. Lhu memngaum juga kagak bakal ada yang dagtang nolongin. Jangan betingkah gua tembak satu-satu titit lhu baru tahu rasa. Belum kenal Pincang ya ! Mana si Bopeng ? Kenapa lama banget?! Sembunyi di mana-mana kek pasti gua ketemu. Langsung gua betot tititnya!

PINCANG MEMERIKSA SETIAP ORANG.SAMPAI KE ANAK PEREMPUAN DIA
TIBA-TIBA MEROGOH TETEK ANAK ITU.

ANAK ( menjerit )

PINCANG
Bangsat ! Jangan pura-pura. Sama Hansip itu lhu kok mau diapa-apain ! Ini senjata betulan tahu?! Gua udah sering bunuh orang!

ISTRI
Kasih saja ! Kalau dia memang mau, asal bisa bayar!

ANAK ITU MEMBUKA BAJUNYA MEMPERLIHATKAN BAGIAN TUBUHNYA YANG TADI DIROGOH . PINCANG MELUDAH.

PINCANG
Bangsat, lhu pikir gua doyan daging busuk ? Pincang tidak sembarangan cari perempuan. Tahu. Palng nggak peragawati, cover Girl atau pemain sinetron. Tutup lagi, begitu kok dipamerin, bau bacin lhu ! Mana Boy ?

BOY ( mengerang )
Aduhhh .

PINCANG ( meludah lalu mendekati BOY dan menariknya )
Gua bawa dia ini, kalau Bopeng pulang suruh jemput di warung Hasan.

ISTRI
Bawa saja tapi jangan lupa kasih obat.

PINCANG
Berisik !

ISTRI ( kepada anaknya )
Jangan mau kalau tidak dikasih uang !

PINCANG
Dasar cabo !

ISTRI
Jangan mau enaknya aja !

PINCANG
Ayo !

BOY TIDAK MAU IKUT.

PINCANG
Ayo! Mau mampus kamu ?

( menarik dengan kasar )

Suruh Bopeng bawa barangnya ke warung Hasan, baru bangsat ini gua balikin!

ISTRI
Ambil saja. Nggak dikembalikan juga nggak apa. Dari pada nularin di sini. Masih banyak ini !

BOY MERINTIH. PINCANG TERKEJUT.

PINCANG (menutup hidung)
Sialan lhu kena ya! Bangsat!

(melepaskan Boy, lalu menggaet anak yang satu lagi}

Udah lhu aja!

ANAK ITU MENANGIS DISERET PINCANG KELUAR. SAUDARA-SAUDARANYA YANG LAIN MENGIKUTI KE PINTU.

ISTRI
Nonton apaan itu. Ayo tidur lagi semua!

SEMUA KEMBALI KE TEMPAT TIDUR.NENEK BANGUN DAN MAU KELUAR.

ISTRI
Ke mana lagi itu ? Jangan ikut campur urusan orang.

NENEK
Orang mau kencing, ikut campur apaan!

ISTRI
Alasan!

NENEK
Kalau kagak boleh kencing di luar, apa mau di sini apa ?

LANGSUNG MENGANGKAT KAINNYA DAN NUNGGING.

ISTRI
Heee di luar ! Pikun !

NENEK
Makanya ! Bludrek !

KELUAR, ANAK-ANAK KETAWA

ISTRI ( berbalik , semua anak-anak berhenti tertawa dan tidur lagi )
Tutup mata kamu, besok semua harus kerja, nggak ada beras lagi. Bapak kamu sudah setahun kabur.

NENEK ( dari luar )
Sebulan.

ISTRI
Besok semua kerja kalau mau makan ! Sabet apa saja. Belajar sama pemimpin-pemimpin kitya itu. Wakil-wakil rakyat Sudah kenyang mereka masih ngerampok orang miskin. Jangan main melulu. Di Pasar Burung, di perempatan, banyak orang lengfah yang bisa diembat, asal lhu berani aja, jangan takut. Jangan cuma berani sama tetangga, paling banter kamu cuma kebagian jemuran, di loak juga percuma, ngabis-ngabisin tenaga saja. Kalau nyolong jangan tanggung. Seratus trilyun. Masuk bus kek cari dompet. Ngompas toke-toke. Atau cari anjing di kompleks perumahan orang kaya. Lama-lama nanti ada pengalaman dikit, ntar baru nyolong anak, besar tadahannya sekarang. Kita bisa beli rumah di Pondok Indah. Daripada nyabo, badan capek, modal nggak balik, akhirnya penyakitan. Terus begini lama-lama kita mati.

ISTRI DUDUK KEMBALI NYISIR.NENEK MASUK MEMBAWA SESUATU YANG
DISEMBUNYIKANNYA.

NENEK
Lumayan.

ISTRI
Apa itu ?

NENEK
Nggak !

( menyembunyikan )

Mau tahu aje!

ISTRI
Mau digolok apa ? Yang punya sudah ngancam-ngancam kemaren, kalau ayamnya hilang lagi, dia mau main bakar rumah kita. Jangan cari penyakit.

NENEK
Ayam apaan ?

ISTRI
Lepas lagi! Jangan cari perkara !

NENEK
Apaan sih ? Mesti ngomel !

ISTRI ( keras )
Lepas !

NENEK ( bergegas ke tempat tidurnya)
Edan !

ISTRI
Bandel ! Lepas, mau lepas tidak ?

NENEK
Apaan ?

ISTRI
Ntar digolok baru kapok.Terserah kalau mau mampus. Asal tanggung sendiri.

NENEK
Mesti ngomel. Orang kencing dikira curi ayam. Apa-apa nggak boleh. Orang mau tidur
salah. Bludrek !

ISTRI
Lepas !

NENEK
Edan !

( tidur memeluk barang itu tapi tiba-tiba teriak )

Makderodok !

( selimutnya tersingkap dan kelihatan seekor ayam menggelepar ditangannya )

Bangsat ! Bangsat ! Enak saja berak ini selendang baru tahu!

( bergegas keluar dan membuang ayam itu kehalaman )

Sialan ! Ayam keparat ! Dasar ayam colongan lhu !

( di luar )

Hee ayam siapa ini, kurangajar berak seenaknya di rumah orang. Tak sembelih baru kapok ya ! Kalau punya ayam masukin kurungan jangan berakin rumah orang. Sialan ! Makderodok !

NENEK KEDENGARAN MENGUMPAT MENJAUH. DALAM RUMAH SEPI LAGI.ISTRI TERUS MENYISIR.

BOY
Mak, sakit Mak

ISTRI
Diam ! Berisik !

BOY
Sakit Mak.

ISTRI
Rasain !

BOY
Boy nggak sengaja.

ISTRI
Dasar lelaki, kalau sudah bonyok baru nggak sengaja.

BOY
Betul Mak.

ISTRI
Betul apaan !

BOY
Boy nggak kuat.

ISTRI
Ya sudah mampus saja.

BOY
Boy mau hajar dia !

ISTRI
Jangan mulut besar !

BOY
Bener. Boy lihat sendiri.

ISTRI
Diam !

BOY
Bapak juga lihat, tapi tidak peduli.

ISTRI
Lihat apa ?

BOY
Bapak juga lihat!

ISTRI
Bapakmu ? Ada bapakmu? Di mana dia?

BOY
Di proyek.

ISTRI
Kapan ?

BOY
Tadi.

ISTRI
Kenapa tidak diajak pulang ? Bilangin Pincang nyariin.

BOY
Sudah.

ISTRI
Terus ?

BOY
Tapi dia sama gendaknya.

ISTRI
Sama Janda Gembrot itu lagi ?

BOY
Bukan.

ISTRI
Habis sama siapa ?

BOY
Yang lain !

ISTRI
Sapa ?

BOY MENGATAKAN SESUATU TAPI TAK TERDENGAR KARENA WAKTU ITU NENEK MASUK AGAK RIBUT MEMBAWA JEMURAN MASUK BERIKUT BESI-BESINYA, IA MENARIKNYA DENGAN SUSAH PAYAH KE SUDUTNYA.

ISTRI
Bangsat !

NENEK
Bangsat apa ! Ini ditinggal di situ. Masak ada jemuran malam-malam di perempatan. Salah sendiri kenapa ditinggal di situ. Ini dapat munggut kok ! Kok bangsat ! Bangsat apa ? Kamu bangsat ! Kamu yang bangsat ! Kalau Pian dulu kawin sama anaknya Pak Rt, tidak bakal sial terus begini, buat makan saja tersendat-sendat.. Pian dulu kan sudah ogah. Lhu aja kegenitan. Pakai aksi mau gantung diri, bagaimana orang tidak kasihan. Anak gua si Pian kan begitu orangnya, suka cepat kasihan. Begini sekarang. Bini nggak bisa apa-apa.Tahunya ngomel melulu. Coba kawin sama anak anak Rt, barangkali Pian jadi direktur sekarang. Paling sedikit su
dah punya colt.

NGOMEL TERUS SAMBIL MEMATUT-MATUT JEMURAN CURIANNYA. PIKIRAN ISTRI ITU BERSERAK LAGI.


ENAM

ROMBONGAN MUSIK DANGDUT JALANAN MUNCUL TERUS MENANCAPKAN MUSIKNYA YANG ADUHAI.SEORANG PENYANYI MENYANYI SAMBIL BERGAYA MELENGGAK-LENGGOK DENGAN MERANGSANG DAN TAK BERMALU.

PIAN MUNCUL SETENGAH MABOK TAPI BERGAYA. RAMBUTNYA, MENGIKUTI SELERA MASA KINI MESKIPUN TAMPAK SANGAT KAMPUNGAN. IA MELENGGAK-LENGGOK, LALU MENARI BERSAMA PENYANYI ITU. NENEK MENGHAMPIRI PIKIRAN MENANTUNYA YANG BERSERAK ITU DAN MEMBERI KOMENTAR.

NENEK ( ketawa bangga )
Pian memang laris kok. Pacarnya di mana-mana. Bintang film pernah melamar dia. Sepuluh juga kalau dia mau masih bisa.

( ketawa lalu kembali ke balai-balai )

Makanya tahu diri sedikit. Ntar ditinggal baru kapok lhu!

BOY BANGKIT DAN MENCOBA HENDAK MENDEKAT. TAPI DIA KESAKITAN. LALU
DUDUK LAGI MENGERANG. DIA HANYA BISA MERAIH APA YANG ADA DI DE
KATNYA DAN BERUSAHA MELEMPARI PIKIRAN-PIKIRAN IBUNYA YANG BERSERAKAN ITU. NAMUN KEGIATAN DANGDUT ITU MENJADI-JADI. PARA TETANGGA IKUT DAN BERSUKA-RIA. PIKIRAN ISTRI MENGUASAI SEGALANYA.


TUJUH

KEMUDIAN PINTU DIGEDOR LAGI.

PINCANG
Pian ! Pian Bopeng! Brengsek kamu !

PINTU DIGEDOR MAKIN KERAS.PIKIRAN YANG BERSERAKAN ITU TERHAPUS. IS
TRI TAMPAK BENGONG DI BIBIR BALAI-BALAI MEMEGANG SISIRNYA.TAK
LAMA KEMUDIAN. PINTU DITENDANG DARI LUAR. LALU ANAK LELAKI YANG
DIBAWA PINCANG TADI DIDORONG MASUK, TERJEREMBAH KE LANTAI.HAMPIR
TELANJANG BULAT. LALU KEMUDIAN MENYUSUL PAKAIANNYA.

PINCANG
Brengsek ! Daging busuk ! Bilangin Pian ! Gua tunggu di warung Hasan !

PINTU DITENDANG LAGI MENUTUP. ANAK YANG YANG TERJEREMBAH ITU MERINTIH.

ANAK
Mak ! Capek.

ISTRI
Dikasih uang nggak ?

ANAK
Nggak.

ISTRI
Sialan ! Berapa orang ?

ANAK
Sepuluh. Dobel semua.

ISTRI
Kurang ajar. Gigit saja bisa putus.

ANAK
Nggak mau lagi Mak.

ISTRI
Habis mau ngapain kamu ? Bisa apa kamu?

ANAK ( bangun )
Habis masak disuruh datang lagi besok.

ISTRI
Bangsat !

ANAK
Katanya bapak hutang banyak !

ISTRI
Mereka yang hutang bukan kita ! Masak anak gua dikerjain tidak dibayar !

ANAK
Hitung-hitung nambah pengalaman katanya!

ISTRI
Pengalaman buat siapa! Kita makan tai !

ANAK
Ya, cari kenalan dulu, nanti kalau sudah ketagihan kan bisa kita peres !

ISTRI
Bilang saja kamu yang ketagihan !

ANAK
Habis lama-lama enak juga !

ISTRI
Bangsat !

ANAK ITU BANGUN NGIKIK LALU MENARUH SEJUMLAH UANG DEKAT MAKNYA.

ANAK
Kuat-kuat nariknya. Mak.

ISTRI ( meraih uang )
Berapa sih ini. Kerja jam-jaman cuma seperak-seperak begini !

NENEK
Kalau ada rezeki jangan lupa siapa yang kasih jalan dulu.

ANAK
Tak usah ya .

ISTRI
Cuci dulu sana, jorok !

ANAK
Ah capek ah !

( terus membanting tubuhnya ke tempat tidur )

NENEK
Anak baik-baik kok diajar nyabo.

ISTRI
Tapi ikut makan juga kan !

NENEK
Ajarin kek yang bener. Masak anak bagus-bagus begitu disuruh jadi

ANAK
Jadi apa ? Bencong ? Kalau ngak ada bencong ini juga nggak ada yang makan di sini. Jangan anggap remeh aku. Mesti, mesti bikin sakit hati. Maunya nyinggung perasaan. Kita udah capek bating tulang, terus saja dilipet kayak lumpia. Lama-lama bunuh diri juga gua kebanyakan frustasi. Badan sudah ringsek begini, kasih kek penghargaan sedikit. Kok malah dihina terus. Memangnya ini comberan tempat berak ? Tak usah ya ! Kalau memang nggak butuh biar gua minggat sekarang biar tahu rasa ! Biar kapok !

( meloncat bangun )

ISTRI
Ke mana itu ?

( Nenek juga kaget, bangun )

Jangan!!!!

ANAK
Katanya nyuci, kan risih ini ! Ya sudah nggak usah

MELONCAT LAGI LANGSUNG KE BALAI-BALAI

NENEK
Sialan, kirain mau gantung diri

NGOMEL.

ISTRI
Jangan ngomel terus !

NENEK
Siapa yang ngomel !

ISTRI
Sudah tua tidur saja !

NENEK
Kalau Pian tidak ada mesti aku disalah-salahin terus. Lama-lama sebel. Sebel ! Kamu pikir aku takut ya ! Kamu pikir aku

ISTRI MELEMPAR SISIR KE DINDING DEKAT NENEK, LANGSUNG ORANG TUA ITU DIAM MEMBISU DAN TIDUR.

ISTRI
Gustiii …. aku tidak kuat lagi. Makin lama kok makin berat saja. Semua menyalahkan aku. Suami nggak karuan aku yang salah. Anak rusak, aku yang salah.Tetangga mati aku yang salah. Ini bagaimana mestinya sekarang ? Perempuan selalu jadi bulan-bulanan dari dulu. Aku mesti bilang apa kalau tukang kredit datang besok ? Bagaimana kalau rumah dibongkar ?

( ngomel tak jelas apa yan dikatakannya, tertutup oleh suara musik dangdut,tapi mulutnya terus kelihatan komat-kamit )

Kamu sih tahunya makan, ngomel, berak, kentut

NENEK KENTUT. ISTRI USAI NYISIR.KEMUDIAN IA SEBAHYANG/BERDOA MENURUT AGAMANYA. SETELAH ITU IA MEMGAMBIL SEBUAH BANGKU.IA BERDIRI DI ATAS BANGKU. LALU MELEPAS STAGENNYA. DILEMPARKAN KE TIANG RUMAH. LALU MENGIKATNYA BAIK-BAIK. KEMUDIAN IA MEMBUAT BULATAN UNTUK MENGIKAT LEHERNYA. SEMENTARA IA MEMPERSIAPKAN PENGANTUNGAN ITU, ANAKNYA YANG PALING KECIL BANGUN.IA MENDEKATI IBUNYA DAN DUDUK DILANTAI MEMPERHATIKAN APA YANG HENDAK DIKERJAKAN OLEH WANITA ITU. ISTRI MENCOBA GANTUNGAN ITU, LALU MENGIKATNYA LAGI DENGAN LEBIH HATI-HATI.ANAK-ANAK YANG LAIN SATU SATU BANGUN, LALU MEMPERHATIKAN KELAKUAN IBUNYA. SEMUANYA AKHIRNYA TERBANGUN.YANG TERAKHIR NENEK. SEMUA BERKUMPUL MEMPERHATIKAN APA YANG DILAKUKAN OLEH ISTRI YANG PUTUS ASA ITU. WANITA ITU BELUM MENYADARI BAHWA IA SEDANG DITONTON. PADA DETIK-DETIK TERAKHIR KETIKA IA MENGALUNGKANGANTUNGAN ITU KE LEHERNYA DAN MENOLEH KE DEPAN, IA BARU SADAR, SEMUA MEMPERHATIKANNYA. ISTRI TERTEGUN, TAK DAPAT MELANJUTKAN RENCANANYA. DITONTON OLEH SELURUH KELUARGA, IA BERDIRI DI ATAS BANGKU DENGAN STAGEN TERIKAT DI LEHERNYA. MUSIK DANGDUT BERTAMBAH SERU. NENEK YANG PERTAMA BERGERAK. IA MEMPERHATIKAN WANITA ITU LALU BERBICARA DENGAN KETUS.

NENEK
Ayo teruskan. Kenapa berhenti ?!

SEMUANYA TERDIAM.

NENEK
Teruskan ! Kenapa berhenti ?

NENEK MENUMPANGKAN KAKINYA KE KAKI BANGKU DAN MENGGERAK-
GERAKKANNYA.

NENEK
Tendang saja ini, beres. Perlu aku bantu ?

(Menggerak-gerakkan bangku )

Perlu dibantu ?

WAJAH ISTRI KELIHATAN CEMAS.

NENEK
Kalau mau mati, mati saja cepat, jangan ngerepotin. Biar Pian bisa kawin lagi. Ayo ! Kok ragu-ragu !

ISTRI MULAI MENANGIS. SEMUA ANAK-ANAKNYA HANYA MEMPERHATIKAN.

NENEK
Sudah tunggu apa lagi ? Cepetan. Kita semua mau tidur ini ! Capek ! Ya nggak ?! Ayo cepetan ! Begitu saja ragu-ragu ! Kaya orang mau beli lotre !

ISTRI MENANGIS TERSEDU-SEDU DENGAN STAGEN TERKALUNG DI LEHERNYA.

NENEK
Ntar nggak jadi lagi seperti dulu ! Ah ? Ya sudah kalau nggak ya nggak, jangan suruh kita nonton. Capek, capek, tahu nggak ?! Capek ! Ah ?

ISTRI MASIH SAJA DIAM.

NENEK
Sialan ! Semua mesti aku juga yang mutusin.Ya udah tak bantuin.Brengsek !

MAU MENGAMBIL ANCANG-ANCANG UNTUK MENONJOK BANGKU ITU DENGAN TONGKATNYA, TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA KETUKAN DARI LUAR

PINCANG
Bukaaaa ! Buka !

NENEK MENGURUNGKAN NIATNYA. PINTU TERTENDANG DARI LUAR. ANAK-ANAK CEPAT MELONCAT KE BALAI-BALAI TIDUR. ISTRI CEPAT MENGERATKAN
STAGEN DAN BERSIAP HENDAK MELONCAT. PINCANG MASUK.

PINCANG
Kurangajar ! Pian dapat lotre satu milyar! Si Bopeng menang!

NENEK
Apa ?

PINCANG
Kurangajar ! Sialan ! Kampret !

MENENDANG DAN MENGOBRAK-ABRIK SESUATU, LALU JATUH

NENEK
Apa ? Lotre satu milyar?

TERKENCING-KENCING.

ANAK-ANAK MELOMPAT DAN BERLARI HENDAK KELUAR.

ISTRI ( terkejut mencoba melepaskan ikatan stagen )
Tolongg ! Tolongggg !

ANAK-ANAK SUDAH TELANJUR KELUAR

ISTRI
Tolong !

( menggapai-gapai kalap tapi kursi itu kan tertendang,badannya tergantung )

Tolongggggggg ……

ISTRI TERGANTUNG.NYARIS MATI.TAPI ANAK-ANAK CEPAT KEMBALI DAN
MENYELAMATKAN IBU MEREKA DENGAN BEREBUTAN.SUARA MUSIK DANGDUT BERTAMBAH SERU-BERTAMBAH SERU.NENEK BANGUN DAN BERLARI KELUAR.

NENEK
Satu milyar, o Gusti ! Berapa itu? Ada setengah juta?

PINCANG
Bangsat ! Bopeng bangsat ! Kenapa elhu yanmg menang bukan gua!


BAGIAN KEDUA


DI TEMPAT YANG SAMA.BELUM ADA YANG BERUBAH.TALI STAGEN YANG SE
YOGYANYA DIPAKAI UNTUK MENGGANTUNG, MASIH TERJULUR DI ATAS
RUANGAN. SELURUH ANGGOTA KELUARGA SEDANG MAKAN BESAR. SEMUANYA MEMAKAI PAKAIAN BARU. NENEK YANG PALING GENIT. PIAN DUDUK DI TENGAH MENGEBUL-NGEBULKAN ASAP ROKOK DENGAN DAHSYAT. DI DEPANNYA BEBERAPA BOTOL BIR. ADEGAN MAKAN INI BERLANGSUNG BEBERAPA LAMA. PARA TETANGGA TERMASUK PINCANG MONDAR-MANDIR. MENGINTIP SAMBIL MENCARI KESEMPATAN UNTUK MASUK KE DALAM KELUARGA PIAN. PINCANG KELIHATAN IRI DAN TAK SABAR.

PINCANG
Satu milyar itu nolnya berapa, coba ?

( tidak ada yang menjawab )

Semilyar itu berapa,tahu nggak ?

( tak ada yang menjawab )

Satu milyar itu berapa, tahu nggak ?!

( tak ada yang menjawab, semua orang memandang keluarga Pian yang makan )

Satu milyar itu berarti cjukup beli rumah, beli mobil, beli sawah, beli tv, beli video, beli motor, beli kuda, bisa nyabo sam
pai kenyang, bisa kawin sekaligus sembilan, cari babu limapuluh orang. Satu milyar itu bisa buat sakau sampai mampus. Dengan satu milyar bisa jadi dewa. Bangsat ! Di mana si Bopeng beli nasib. Bangsat ! Bopeng ! Bangsat ! Bangsat kamu !

( melempar-lempar ke dalam rumah Pian )

Lhu curang ! Matek lhu cepetan. Matek lhu kebanyakan makan morfin!

PARA TETANGGA MENONTON.HANSIP MUNCUL MENYEMPRIT-NYEMPRIT.

HANSIP
Hee ! Heeeee ! Jangan mengganggu tetangga !

PINCANG
Sialan dia dapat satu milyar !

HANSIP
Itu rezeki orang !

PINCANG
Ngapain dia yang dapat bukan kita !

HANSIP
Beli lotre ngggak ?

PINCANG
Kalau tahu dapat, gua beli semua !

HANSIP
Sudah pergi sana jangan mabok di sini !

PINCANG
Dia yang curang! Habis masak dia dapat satu milyar, beli loter juga kagak pernah!.

HANSIP
Kalau mau dapat lotre berhenti mimun, jadi orang baik, sembahyang. nanti dapat.Tapi beli lotre dulu. Kalau tidak pernah beli mana bisa dapat !

PINCANG
Dia juga kagak pernah beli, kok dapat ?

HANSIP
Itu rezeki orang Cang !

PINCANG
Curang !

MAU MELEMPAR LAGI

HANSIP
Kalau sabar, nanti pasti dapat !

( memegang, lalu kepada yang lain )

Saya minta jangan kumpul-kumpul di sini, mengganggu ketengan orang lain yang mau istirahat. Silakan meneruskan urusan masing-masing. Ayo bubar, jangan ganggu tetangga !

MENIUP SEMPRITAN. SEMUA ORANG MENGHINDAR.HANSIP MENDORONG PINCANG SUPAYA PERGI.

HANSIP
Hayo ! Mau dipentung lagi apa ?!

TEMPAT DI DEPAN RUMAH PIAN ITU JADI BERSIH.TINGGAL HANSIP.

NENEK ( mendekat ke depan )
Bagus, bagus Pak Hansip.

HANSIP
Sip.

NENEK
Laler kalau lihat makanan pasti semliwer.

HANSIP
Laler apa ?

NENEK
Orang-orang itu, pasti mau minta bagian uang denger. Sekarang baik-baik semua. Kemaren-kemaren semua mau makan kita

HANSIP
Itulah hidup, Mak

NENEK
Siapa bilang ?

HANSIP
Hidup di kota memang kejam tidak seperti di kampung.

NENEK
Ah sama saja. Mau Mas ?

MENGULURKAN MAKANAN

HANSIP
Apa itu?

NENEK
Pisa

HANSIP
Ada rokok nggak ?

NENEK
Ini lagi. Dikasih makanan enak, minta rokok. Nanti aja kalau sudah sepi, minta persen, sekarang yang lain bisa iri.

HANSIP
Pian sudah beli apa saja ?

NENEK
Mana tahu kita. Orang tua pasti disepelekan.Bininya judes, dompet Pian dia pegang. Kita kagak dapat apa-apa! Padahal kalau tidak ada kita Pian juga kagak ada.

HANSIP
Suruh beli colt, nanti aku jadi supirnya.

NENEK
Nggak tahu deh. Mau beli Mersi katanya. Berapa sih harga mersi.

HANSIP
Waduh mau beli Mercy ?

NENEK
Nggak tahu. Satu milyar itu berapa ?

HANSIP
Banyak.

NENEK
Tapi berapa ?

HANSIP
Dimakan satu kampung tiap orang nambah tiga kali selama satu tahun, juga belum habis.

NENEK
Wah banyak juga. Pantesan sekarang Pian makan terus.

SALAH SEORANG ANAK MEMANGGIL.

ANAK
Nekkkk ! Dipanggil !

NENEK
Sudah dulu ya !

BERGEGAS DATANG, KEMUDIAN DIBISIKIN OLEH ANAK

ANAK
Jangan pergi-pergi nanti orang-orang datang ke mari, biar kita kompak.

NENEK
Kenapa memang, aku tidak mau dikompak-kompak. Suka-suka sendiri dong !

ANAK
Kalau tidak kompak bisa diadu domba.

NENEK
Boleh, boleh coba.

ANAK
Bukan begitu. Nanti orang-orang pasti minta-minta sumbangan.

NENEK
Kasih saja. Satu milyar kan banyak. Sampai mampus tidak habis dimakan ! Kata Pak Hansip Lho!

ANAK
Memangnya kita cuma ngurus makan ?

ANAK
Kita kan juga perlu pendidikan.

ANAK
Dan biaya ke dokter. Sakit ini. Belum kawin lagi.

NENEK
Dan beli mobil, masak naik bus melulu, bosan, sekali-sekali ngerasain pakai mobil sendiri kek. Mersi begitu.

ANAK
Makanya, uang harus dijaga.

ANAK
Jadi kalau mereka datang kita harus ladeni tapi tidak boleh royal !

NENEK
Tahu! Tak usah ngotot, serahkan semua sama aku.

ANAK
Mak bilang, Nenek jangan

NENEK
Mak, Mak dari tadi lhu Mak-Mak terus, ini kan duit Pian, anak gua !

ANAK
Nah itu kan sudah mulai!

NENEK
Mulai apa ?!

ANAK
Jangan bilang kita banyak duit nanti gampang diadu domba.

NENEK
Aku tidak suka diperintah !

ISTRI
Terserah mau bantu atau tidak. Kalau tidak mau baik kalau mau baik.Terserah. Suka-suka situ saja ! Tapi ini duit di tanganku, mau apa ?! Mau jadi musuh baik, mau jadi kawan mari. Mau ngomong apa juga semua di tangan gua ! Dulu Pian anakmu, sekarang suami gua!

NENEK MENGANGGUK-ANGGUK. TAK LAMA KEMUDIAN PINTU DIKETUK-KETUK.

TETANGGA
Spada !

ISTRI
Cepat sembunyikan, sembunyikan !

NENEK
Sembunyikan apa ?

ISTRI
Makanan umpetin.

NENEK
Aku tidak setuju. Mereka harus dikasih tahu sekarang kita juga bisa makan pisa.

ISTRI
Mereka sudah tahu, karena itu datang !

NENEK
Biar dilihat dengan mata kepala mereka sendiri kita bisa membuang-buang duit, bukan cuma mereka.

ISTRI
Kalau cuma dilihat bagus, tapi kalau mereka juga minta makan dan bagian mau dikasih apa, ini duit masih belum di tangan.

NENEK
Satu milyar, masak kasih makan bakmi satu kampung saja tak bisa.

ISTRI
Satu milyar tapi duitnya belum di tangan, ini yang dimakan kan duit pinjaman. Hadiahnya belum keluar !

NENEK
Tidak. Pokok aku akan unjukin ama orang sekarang aku bisa aku buang-buang duit biar mereka jangan nyepelekan kita lagi!

PINTU DIKETUK

TETANGGA
Pian, Pian !

ANAK-ANAK SIBUK MEMBERSIHKAN RUMAH MENYEMBUNYIKAN MAKANAN. PIAN SUDAH AGAK MABOK. DIA BANGUN HENDAK MEMBUKA PINTU, TAPI JATUH, ANAK ANAKNYA MEMAPAH, LALU MEMBARINGKAN. HANSIP NGINTIP DARI LUAR.

TETANGGA
Buka pintu Warni, ini Pak RW !

NENEK
Sebentar, lagi disembunyikan !

ISTRI
Sialan! Bukain saja !

ANAK-ANAK BUKA PINTU. PARA TETANGGA MASUK. HANSIP MAKIN NAFSU NGINTIP. ISTRINYA YANG GEMBROT MUNCUL MEMUKULNYA.

ISTRI HANSIP
Mana katanya ada tugas-tugas, termnyata di sin i, pakai ngintip segala !

HANSIP
Mereka datang.

ISTRI HANSIP
Peduli amat !

HANSIP
Kamu nggak ikutan ke situ? !

ISTRI HANSIP
Ngapain.Gengsi dong !

HANSIP
Barangkali mau kecipratan.

ISTRI HANSIP
Kamu yang mau ke situ kan !

HANSIP
Lihat !

PARA TETANGGA MEMASUKI RUMAH PIAN. BANYAK SEKALI.SEMUANYA SALAM-SALAMAN DENGAN RAMAH DAN SOPAN-SANTUN.

ISTRI HANSIP
Biar kata semua orang ke situ, aku nginjak tanahnya saja muak.

HANSIP
Jangan begitu, siapa tahu dapat bagian, Pian kan pernah kita tolong, pasti dia ingat kita sekarang.

ISTRI HANSIP
Lha kamu ditolong, aku yang dipentung. Lhu jangan macem-macem lagi di sini. Ayo pulang !

HANSIP
Tapi tugas ini

ISTRI HANSIP
Tugas atau cinta yang penting ?!

( galak dan menarik suaminya )

Entar kita beli lotere sendiri !

ISTRI HANSIP MENYERET SUAMINYA.DI DALAM RUMAH PIAN, ORANG SALAM-
SALAMAN KEMUDIAN DUDUK DENGAN TERTIB.

NENEK
Silakan duduk seadanya. Tidak ada apa-apa. Malu jadinya kita ini. Pak Rt, Pak RW, Pak Mantri
lho, lho kok semuanya ada di sini. Ada apa ? Kecuali Pak Hansip.

HANSIP CEPAT MENYELINAP MASUK.

HANSIP
Saya ada kok.

NENEK
O Pak Hansip juga. Lengkap ini. Ada apa, kok repot repot. Silakan. Tapi di mana ya.Wah malu jadinya Ini. Kok ya pada datang ada apa, kok mau-maunya datang ke gubuk kami. Pian kan kecoak, bukan orang sekolahan kok ya pada datang. Malu juga jadinya ini. Apa Pian ada salah lagi ? Lihat dia sudah dua harian ini teler saja minum, dasar tak punya tanggungjawab memang maunya mikirin kesenangan sendiri. Atau anu, itu kali, jemuran pakaian itu ? Ya itu ? Itu saya dapat nemu kok malam-malam. Kirain dibuang, jadi dipungut saja, daripada diambil maling. Siapa punya itu, apa ada yang punya begitu ? O maaf ya, nenek sudah tua, ntar tak kembalikan. Masih kok, masih untuk semua. Mana-mana ? Ambil Boy !

BOY MUNCUL MENYERET BESI JEMURAN ITU DENGAN BEBERAPA PAKAIAN TER
GANTUNG.

NENEK
Ini ya ? Punya siapa sih ?

SEMUA ORANG TERTAWA.

TETANGGA
Nggak apa-apa, kalau memang perlu pakai saja.

NENEK
O begitu. Ya sudah simpan lagi Boy ! Kebetulan.

NENEK LANGSUNG MENGAMBIL JEMURAN DARI TANGAN BOY DAN MEMBAWANYA KE BELAKANG.

ISTRI
Maaf sudah tua, suka pikun.

TETANGGA
Ah tidak apa, biasa.Nenek kami juga, lebih ngaco lagi, semua ayam tetangga ditangkap dikira ayamnya sendiri.

TETANGGA
Yah hidup di kampung memang banyak suka-dukanya. Kita harus saling mengerti dan tolong menolong. Kalau tidak sebentar-sebentar salah paham, bisa berantem terus.

HANSIP
Itu sebabnya Hansip perlu digalakkan.

KETAWA

TETANGGA
Kami mengucapkan selamat atas kemenangan dik Warni. Kalau kata perlu apa-apa, bahan-bahan
bangunan begitu untuk rumah, bilang saja. Kalau perlu bisa kami borong sekalian dengan gambarnya. Ini ada contohnya.

MENYERAHKAN

TETANGGA
Kalau perlu tv, video, boleh.. Ambil saja dulu nanti gampang, saya kasih potongan istimewa.Tapi kalau mau colt, ini adik saya bisa menghubungkan.

TETANGGA
Ya. Jangan mau sistim kredit, itu jatuhnya mahal. Kalau memang ada duit kas sudah saja bi
saya antar besok.Warnanya pilih yang apa biar tidak bingung nanti .

TETANGGA
Saya sih mau daftar kalau memang mau cari mandor. Nanti harga bisa diatur ber

RW
Sebentar, sebentar.Tertib sedikit. Hansip !

HANSIP MENIUP SEMPRITAN.

HANSIP
Coba tenang, Pak RW mau bicara.

RW
Begini ya, kami ikut bangga karena salah seorang warga kita sudah mendapat pahala, sebagai masyarakat yang gotong-royong kita semua ikut merasakan hikmahnya. Saya hanya mengharapkan saudara Pian

HANSIP
Masih mabok Pak.

RW
Dalam hal ini istrinya

NENEK
Neneknya nggak disebut ya !

RW
Ya semua wakilnya begitu,nanti jangan lupa pada rukun kampung, para tetangga, tempat kita hidup sehari-hari.Coba rambu-rambu beton dalam gang sudah kropos, selokan macat, banyak lagi yang memerlukan uluran kedermawanan. Ini supaya jangan dilupakan.

RT ( berbisik )

RW
Pak Rt berbisik ingin menambahkan.

RT ( batuk )
Juga sumbangan untuk membuat seragam Hansip. Syukur kalau bisa menyumbangkan HP dan motor China untuk kelancaran tugas. Kas kita agak kosong padahal perayaan peringatan Hari Tujuh Belas Agustus untuk menyelenggarakan karnaval, pasar murah, perlombaan memasak, kontes Ratu Kebaya dan pameran lukisan para remaja putus sekolah yang total memerlukan pembiayaan setengah juta plus

( terus membacakan )

biaya-biaya tak terduga

PINCANG MUNCUL DI LUAR RUMAH.

PINCANG
Bopeng! Bopeng! Bangsat kamu ! Aku yang kerja keras kamu yang dapat. Sini bagi. Bagi dua ! Kalau tidak awas bini kamu. Kapan kamu beli lotre ? Duit siapa kamu pakai. Itu duit gua. Kalau dapat itu juga duit gua, lhu jangan main rampok ! Bopeng !

DI DALAM RUMAH PAK RT MASIH TERUS BICARA.HANSIP KELUAR DAN
KEMUDIAN MEMENTUNG PINCANG SAMPAI JATUH LALU MENYERETNYA KELUAR.PAK RT SELESAI BICARA LALU YANG LAIN MAJU.

TETANGGA
Ini to the point saja. Uang itu barang yang ajaib. Mau dihabiskan sekali juga bisa, tapi mau
diternakkan sampai berlipat ganda juga bisa, asal tahu rahasianya. Saya usulkan kalau mau menyimpan uang itu di perusahaan. Dalam hal ini perusahaan kami yang kebetulan memang sedang menanjak. Dalam tempo dua tahun, akan jadi dua kali lipat. Tapi terserah yang punya uang di situ. Ini supaya jadi bahan pemikiran saja dulu. Ini kartu saya. Kalau perlu apa-apa bilang saja.

MENYERAHKAN KARTU. HANSIP MUNCUL HENDAK MASUK KEMBALI KE RUMAH PIAN, TAPI TEPAT WAKTU ITU ISTRINYA MASUK JUGA. IA KONTAN BERBALIK SERIBU
LANGKAH. ISTRI HANSIP MUNCUL MEMBAWA PISANG.

ISTRI HANSIP ( menyalami istri Pian )
Maaf sebesar-besarnya kalau selama ini ada salah pengertian.

NENEK
Terus terang saja kalau saya bisa pinjam baranr seratus ribu rupiah sekarang, nanti bulan depan

TETANGGA
Saya juga kalau bisa limapuluh ribu saja

TETANGGA
Kalau boleh duaratus

SEMUA RIBUT MAU NGOMONG.

RT
Sebentar-sebentar ini kok seperti pasar. Nanti dulu yang penting kepentingan masyarakat dulu, jangan pribadi-pribadi. Ini belum selesai. Kita belum membicarakan soal sumbangan

AGAK BISING. TETANGGA KAYA YANG MENGUSULKAN PENANAMAN MODAL DIAM-DIAM KELUAR, bERSAMA-SAMA DENGAN DENGAN AJUDANNYA. TAK ADA YANG MENGHIRAUKAN. ISTRI PIAN MENYELINAP JUGA KELUAR DAN MEMBUNTUTI ORANG ITU. ADEGAN INI BERLANGSUNG DI DEPAN. DI DALAM RUMAH ORANG MASIH TETAP BERBICARA, DITANGGAPI OLEH NENEK.

ISTRI
Pak !

TETANGGA
O !

( berhenti )

Bagaimana ?

ISTRI
Jadi kalau ditaruh di situ duitnya bisa jadi dua kali lipat ?

TETANGGA
Mungkin tigakali lipat tergantung dari perkembangan keadaan.Ya kan ?

TETANGGA
Kami tidak janji tapi ini pasti.

ISTRI
Kalau semilyar jadi berapa begitu ?

TETANGGA
Ya kalau dua kali jadi dua milyar, kalau tigakali jadi tiga milyar. Apa tidak hebat.

ISTRI
Jadi dah, daripada dihambur-hambur nanti.

TETANGGA
Bagus. Itu pikiran sehat. Nanti kita urus surat-suratnya. Salaman dulu.

ISTRI
Pakai salaman?

TETANGGA
Ini namanya gentleman agreement.

TETANGGA
Selamat. Mulai sekarang kita partner.

ISTRI
Tapi bisa pinjam dulu nggak, ini semua tetangga pada minta sumbangan, kasihan kalau tidak diladei, namanya tetangga. Belum lagi keluarga nanti datang minta ini-itu.

TETANGGA
Gampang. Perlu berapa ?

ISTRI
Sepuluh ribu saja.

TETANGGA
Cukup ?

ISTRI
Ya duapuluh. Atau dualima boleh nggak ?

TETANGGA( ketawa )
Beres. Dualima tidak cukup. Kasih saja seratus.

ISTRI
Seratus ? Masak seratus bisa beli apa ? Duapuluhlima ribu boleh nggak ? Atau sepuluh ribu saja.

TETANGGA ( membuka tas dan memberikan uang )
Ini

ISTRI( Istri Pian trkejut dan mau meraih)
Seratus?

TETANGGA
Ya tapi tandatangan dulu !

MENGULURKAN KWITANSI. TETANGGA MENARIK JEMPOL WANITA ITU DAN MENGECAPKANNYA DI KWITANSI. DI DALAM RUMAH TERDENGAR SUARA NENEK.

NENEK
Sudah-sudah sekarang sudahan dulu. Uangnya belum ada kok sudah ribut. Nanti habis dibagi belum ada apa-apa. Coba dari dulu baik-baik begini kan kita bisa baik-baikan. Mana lakonnya ini kok hilang.

ANAK
Ada di luar.

NENEK
Panggil ! Tamu banyak begini kok kabur, nanti dikira kita sok tahu.

ANAK
Makkk !

ISTRI PIAN YANG MENERIMA UANG LANGSUNG LARI KE DALAM. KEDUA TETANGGA BISIK-BISIK LALU PERGI. BEGITU ISTRI PIAN MASUK SEMUANYA DIAM TERTIB.

NENEK
Jangan mondar-mandir kayak opelet, ini tetangga menunggu semua. Pada minta cipratan. Aku juga.

ISTRI
Maaf. Ya namanya saja rezeki nomplok jadi bingung. Malah repot. Biasa tidak punya apa-apa, sekarang dapat satu milyar malah bingung. Sampai di mana tadi ?

TETANGGA
Kalau bisa kami dikasih pinjam dua ribu dulu.

RT
Tapi yang harus diprioritaskamn harus proyek bersama. Kalau sudah ini baru yang lain. Bukan begitu Pak RW ?

RW
Sebagai RW saya hanya bisa bersyukur, kalau ada warga yang berhasil tapi masih ingat sama tetangga di masa-masa susah. Saya anjurkan sesuai dengan

PINCANG MUNCUL LAGI.

PINCANG
Bopeng! Bopeng! Bangsat ! Bohong kamu !

PIAN YANG MABOK BERGERAK. TAK ADA YANG MENGHIRAUKAN. IA MENGENDAPENDAP SAMBIL JATUH BANGUN, MENYELINAP KELUAR RUMAH.

PINCANG
Pian !

PIAN ( suaranya tercekik jauh di dalam perutnya )
Apaan Cang ???

PINCANG
Kamu bangsat !

PIAN
Kamu mau apa ?

PINCANG
Bagi dua !

PIAN
Apanya dibagi.

PINCANG
Lotre, kamu dapat lotre ! Apa kau kira aku bego tidak tahu?! Hasil jualan bulan lalu juga belum kamu setor.Curang kamu !

PIAN
Siapa bilangin elhu gua dapat lotre?

PINCANG
Bangsat! Jangan pura-pura bego! Nggak perlu ada yang bilangin, gua udah tahu! Semua bilang. Itu lihat rumah kamu penuh orang minta sumbangannya dong!

PIAN
Masak begitu?

PINCANG
Ah prek! Jangan berlagak pilon. Sumpah! Tuh lihatin sendiri!

PIAN MELIHAT.

PIAN
Sialan ! Kalau gua dapat sekepeng juga semua tahu, semua minta bagian. Sial ! Giliran kelaparan, semua lari.

PINCANG
Aku tidak lari kan, aku selalu kasi lihat kamu semua. Sekarang mana, kembalikan semua !

PIAN
Ah lhu juga tampang orang baik-baik, tapi di belakang nembak. Lhu apain anak-anak gua.

PINCANG
Gua rawat

PIAN
Rawat pale lhu !

PERGI

PINCANG
Pian ! Pian !

PINCANG MAU MENGEJAR TAPI HANSIP MUNCUL MEMENTUNG DAN PINCANG
LANGSUNG JATUH. HANSIP LANGSUNG MENYERETNYA.NENEK MELONGOK.

NENEK
Bagus.Begitu baru Hansip. Nanti dibelikan sempritan baru.

HANSIP
Seragam dan HP!

NENEK
Motor sekalian !

HANSIP
Sip.

( TERTAWA SAMBIL MENGGEBRAKKAN SEPATUNYA KE SISI PINCANG SEAKAN-AKAN MENYIKSANYA )

HANSIP MEMBAWA PINCANG KE LUAR.

ISTRI
Saya tidak bisa bilang apa-apa. Sekarang saya merasa baru punya saudara lagi. Hidup memang seperti roda pedati yang masuk lobang, selalu di bawah, sekarang roda kami memang lagi di atas

NENEK
Makanya pintar-pintar megganjal roda pakai batu.supaya jangan turun-turun lagi. Satu milyar buat beli batu segede apa juga bisa. Mana pizzanya tadi, buang saja kalau kurang enak, jangan sungkan-sungkan, masih banyak duit buat beli yang lain kok !

ANAK-ANAK MEMBAWA MINUMAN DAN MAKANAN DIBAGIKAN KEPADA SEMUA. TEMPAT ITU BERUBAH JADI SEPERTI TEMPAT KENDURI.

RT
Pak Pian mana ini ?

ISTRI
Biasa lagi mabok. Sekarang bukan TKW lagi maunya Johny Walker dan Smirnof

NENEK
Biar saja nanti kan datang sendiri bawa lotre lagi. Semilyar lagi. Makan saja, masih banyak.

SEMUA MAKAN. TUKANG ORKES -- GROBAK DUT -- MUNCUL.IKUT MAKAN. ISTRI HANSIP DATANG BAWA ANAK GADISNYA.

ISTRI HANSIP
Boyyyyyyyy !

NENEK
Boy dipanggil !

BOY SAMBIL NGANGKANG-NGANGKANG KESAKITAN MUNCUL KE DEKAT ISTRI
HANSIP.

ISTRI HANSIP
Boy, ini Ana anak Mama mau ketemu katanya mau belajar baca puisi sama kamu.

BOY
Lho kemaren katanya tidak boleh lagi

ISTRI HANSIP
Ah lain kemaren lain sekarang. Pokoknya zaman sekarang kalau memang suka sama suka tancap saja buat apa lagi pikir panjang malah lepas. Ayo baca-baca apa itu. Sana. Ajarin biar pintar Boy. Nggak pulang juga nggak apa.

BOY
Betul?

ISTRI HANSIP
Masak kagak?

BOY
Betul Ana ?

ANA
Ya Boy.

BOY
Tapi Boy tidak bisa baca puisi.Boy cuma bisa bisa main bola sodok. Mau?

ANA
Apa kata Boy, Ana oke-oke saja.

ISTRI HANSIP
Sudah jangan banyak omong. Praktek situ.

ORKES MULAI MAIN. BOY DAN ANA BERPEGANGAN TANGAN. BERJOGET. TAPI BOY TIBA-TIBA KESAKITAN. LAMPU REDUP PERLAHAN-LAHAN. TERDENGAR SUARA ORKES SAJA. LALU ENTAKAN KAKI. PIAN MUNCUL TERGESA-GESA.NAFASNYA TERSENGAL-SENGAL. CAHAYA MEMUSAT KEPADA PIAN.

PIAN
Satu milyar! Satu milyar! Gua dapat satu milyar, kata Pincang!Untuk apa duit sebanyak itu.Terlalu banyak.Gua kagak mau.Gua perlu seceng doang. Seceng doang sekarang, sialan ! Kebanyakan ini. Bagaimana nyimpannya ! Tiap hari gua bisa dirampok ini. Semuanya datang minta ini, itu, pusing gua.

PINCANG
Bopeng!

PIAN
Aduh! Itu dia !

( MAU LARI )

PINCANG
Bangsat ! Pengkhianat kamu ! Bagi!

PIAN
Antara kita tidak ada apa-apa lagi !

PINCANG
Siapa bilang ! Kita dari dulu cs, kamu jangan coba-coba ngabur !

PIAN
Siapa yang ngabur, gua cuma mabur angin-angin !

PINCANG
Jangan merat lhu !

PIAN
Buat apa merat, gua sudah capek dikejar-kejar orang nagih hutang!.

PINCANG
Bagi dua! Kalau lhu macem-macem buntut lhu gua kerjain terus.

PIAN
Biarin kerjain saja, ntar kalau gua sudah di atas gua balas. Sekarang lhu lhu bilang apa juga gua
ikutin.Tapi gua sudah mimpi dicium Dewi Supraba gua mau dapat rezeki gede. Ntar lagi, ntar
lagi gua injak-injak semuanya, gua makan semuanya, baru tahu rasa lhu. Jangan kirain Si Pian
Cuma bisa ngompol Pian juga bisa berak emas. Pian juga bisa makan manusia mentah-mentah.
Bisa potong sembilan Lhu baru nyahok. Tak kunyah kepala lhu baru sadar! Ngerti ? Ente mesti
sabar Pincang bangsat!

PINCANG
Tapi lhu mesti bagi rata.

PIAN
Ngapain ! Sekepeng buta juga gua kagak mau kasih orang, gua sudah diinjek-injek begini, ngapain.

PINCANG
Bajingan, pengkhianat kamu ! Jahat!

PIAN
Memang gua jahat, dari dulu, tapi belum dapat kesempatan, kirain lhu aja yang punya taring !
Brengsek !

PIAN LARI SETELAH MENENDANG

PINCANG
Brengsek, jangan kabur ! Bopeng !

MENGEJAR. LAMPU REDUP PERLAHAN-LAHAN.TAPI PINCANG TERUS BERTERIAK-TERIAK.

PINCANG
Bopeng ! Mana kamu ! Mana kamu bangsat ! Jangan lari dimakan sendiri, kamu awas ! Bopenggggggggg !



BAGIAN KETIGA

MUSIK DANGDUT BERTAMBAH KERAS BERCAMPUR DENGAN MUSIK POP DAN
BUNYI RADIO.LAMPU PERLAHAN-LAHAN MENYALA. RUMAH PIAN MASIH TETAP
RUANGAN DULU, TAPI SUASANANYA SUDAH BERUBAH. BERBAGAI BENDA-BENDABARU YANG MENAIKKAN GENGSI SEPERTI RADIO, TV BAHKAN JUGA KULKASMEMADATI RUANGAN.SELURUH ANGOTA KELUARGA SEDANG MENIKMATI KESENANGANNYA SAMBIL MAKAN.PIAN MASIH TETAP MABOK.ISTRI PIAN KEMBALI MENYISIR RAMBUTNYA.BERSAMA DENGAN RAMBUT-RAMBUTNYA YANG LEPAS, TERCECER KEMBALI PIKIRAN-PIKIRANNYA.BEBERAPA TETANGGA NGINTIP.

TETANGGA
Belum satu minggu yang lalu masih makan tai, seka rang sudah punya semuanya.TV, radio, kulkas, apalagi itu ? Antene parabola.

TETANGGA
Yang di sudut itu apa ya ?

( menunjuk ke sudut yang tertutup )

Besar sekali.Paling sedikit itu ya, apa ?

TETANGGA
Duit.

TETANGGA
Apa ?

TETANGGA
Satu milyar kalau ditukar wah ….. banyak kali. Semua jadi kepengan ya sebesar itu, goblok !

TETANGGA
Bukan ! Itu syarat ! Sajen barangkali ! Masak tidak pernah beli lotre, tahu-tahu beli sekali dapat.. Kita tigapuluh tahun beli terus, kalah melulu. Barangkali kalau dikumpulin lebih dari tiga ratus juta dolar. tu pasti sajen buat jin. Kaau tidak ditolong jin mana bisa narik.

NENEK BANGUN MENANGGAPI.

NENEK
Mana sajen buat jin ? Itu ?

( menunjuk ke sudut ).

Jangan ngomong sembarangan. Kalau orang ada senang sedikit, tetangga pasti ribut.

TETANGGA
Habis digede-gedein begitu ?

NENEK
Ya apa ya, suka-suka orang dong.

TETANGGA
Duit ya !

NENEK
Mau tahu aja lhu, sana ke pasar dulu jangan ngurus tetangga.

TETANGGA ( berbisik )
Jemuran kita hilang lagi kemarin. Itu kali. Dasar tukang nyolong ! Sudah kaya juga terus aja maling!

NENEK
Eee enak saja, masak orang punya duit semilyar nyolong, buat apa. Tak usah ya !

TETANGGA
Iya, ya, ayam kita hilang lagi satu kandang, itu pasti. Lihat ada kandangnya di situ.

( menunjuk )

Ya kan ?

NENEK
Yang bener saja, orang sudah punya tv, radio, kulkas, naik mobil buat apa nyolong jemuran. Ayam lagi, memang mau diberaki ayam terus ? Pakai otak sedikit !

( mendekat ke sudut )

Lihat bungkusan begini, kalau suka ngintip mata bisa hijo. Ini kan bahan-bahan mobil, orang kepingin beli mersi kok. Bener nggak ?!

ANAK
Ya.

NENEK
Kok ayam !

( sambil menendang kandang ayam yang menonjol supaya terlimndung dalam selimut, tapi justru ayamnya menggelepar keluar dengan ribut )

Waduh !

RIBUT MAU MENANGKAP, SELIMUT TERBUKA, KELIHATAN JEMURAN MILIK TETANGGA , NENEK REPOT MENUTUPI DAN JATUH KE DALAM

TETANGGA
Lihat ! Betul !

TETANGGA
Sudah dapat semilyar masih nyolong, terlalu, lapor Hansip !

TETANGGA
Hansip !

DIDAHULUI SEMPRITAN HANSIP MUNCUL, PAKAI SERAGAM BARU DAN SEPEDA JENGKI.

HANSIP
Minggir, minggir ! Para warga, Ali minta minggir, jangan mengganggu tetangga ! Hormatilah hak orang lain !

MENGAJAK ORANG PERGI. ISTRI HANSIP JUGA MUNCUL SAMBIL MEMBAWA ANAKNYA.

ISTRI HANSIP
Ya, ya, bagaimana sih. Orang kok tidak boleh seneng. Kasih kesempatan dong mereka beristirahat. Boy, sudah bangun belum ya ? Ini Ana minta diajar baca puisi lagi. Hajar saja terus sampai tuntas Boy. Boy, sudah bangun belum ?

BOY BERDIRI DAN MENCOBA JALAN TAPI KESAKITAN.

ISTRI HANSIP
Boyyyyyy !

( pada anaknya )

Ayo panggil, nanti direbut orang baru tuman ! Boyyyy ! Ayo !

ANNA
Boy !

ISTRI HANSIP ( dilagukan )
Boyyyyyyyyy !

HANSIP MUNCUL LAGI

HANSIP
Orang masih tidur barangkali.

ISTRI HANSIP
Sok tahu, kok tidur, ini jam berapa coba !

HANSIP
Orang kaya namanya, bangunnya kan harus telat !

ISTRI HANSIP
Jangan ikut campur ! Urus keamanan saja. Boyyyyy !

ANA
Boy !

BOY MAU MELANGKAH TAPI KESAKITAN SAMPAI JONGKOK.

ISTRI HANSIP
Janjinya jam berapa ? Sekarang kan ! Ini sudah telat dua jam.Terlalu. Kalau orang sudah kaya begini ini, semuanya berubah. Kampret juga. Besok kalau kita giliran kaya, rasain ya, kita obrak-abrik semua nya. Mentang-mentang perempuan mahluk lemah ditindas tewrus.

( mengubah suaranya jadi halus )

Boyyyyyyyyyyyyyyy!

ANA
Boyyyyyyy !

MENIRUKAN MAKNYA

HANSIP ( mencoba melagukan )
Boyyyyyyyyyy !!”

ISTRI HANSIP
Hus diam ! Ini bukan niup sempritan, terkejut orangnya kalau dipanggil begitu. Ntar diputusin lagi cinta Ana. Ada caranya ngomong sama orang kaya. Kita harus bisa berkorban, nahan perasaan. Mereka senang kalau kita merendah. Tapi jangan terlalu rendah nanti malah diinjak.Yang pas begitu. Sulit memang !

(mengubah suara lagi )

Boyyyyyyyyyyyy !

HANSIP
Boyyyyyyy.

ISTRI HANSIP
Diemm !

ANA MENANGIS.

ISTRI HANSIP
Jangan nangis, ini percobaan !

ANA
Ana malu.

ISTRI HANSIP
Cinta tidak mengenal malu, Ana !

ANA
Tapi Ana tidak mau dijual !

LARI

ISTRI HANSIP
Ana !

( kepada suaminya )

Kamu sih, kagak bisa mendidik anak ! Bisa hancur kalau begini !

( mengubah suara )

Boyyyyy !

( tak ada jawaban meskipun Boy mencoba menjawab, tapi ia hanya bisa kesakitan, Istri Hansip marah )

Brengsek !

(keras )

Boyy!!!

TERUS PERGI MENGEJAR ANA DIIKUTI OLEH HANSIP. BOY KESAKITAN, MAU MEMANGGIL TAPI TAK BISA LALU JATUH. NENEK DATANG.

NENEK (mengangkat Boy dan menjelaskan )
Ini penyakit orang kaya, tidak usah malu Boy !

MENARIK BOY KE BELAKANG.

HANSIP MASUK LAGI.

HANSIP ( melagukan )
Boyyyyyyyyyyyyyy ! Boyyyyyyyyy !

ANAK LAIN YANG PERNAH DIKERJAIN OLEH PINCANG BANGUN.

HANSIP ( melagukan )
Boyyyyyyyyy !

ANAK
Siapa itu pagi-pagi sudah ngebet. Bung Ali ya.

HANSIP ( belum sadar )
Boyyyyyyy.

ANAK
Boy sakit.Yang lain boleh kan.

HANSIP
Boyyyyyyyyy.

ANAK ( memegang )
Ini Boy.

HANSIP TERKEJUT

HANSIP
Boy, Boy sudah bangun ?

ANAK
Boy sudah dari tadi bangun. Ayo.

MENARIK

HANSIP
Ke mana ?

ANAK
Ke mana saja Ente mau !

HANSIP
Tapi Ali jaga keamanan

ANAK
Menolak ?

( memanggil Nenek )

Nek !

HANSIP
Bukan

ANAK
Kalau begitu, ayo.

HANSIP
Tapi

ANAK
Menolak ?

HANSIP
Ya sudah.

HANSIP DIGANDENG ANAK ITU. MUNCUL ISTRI HANSIP BERSAMA ANA.

ISTRI HANSIP
Ali ! Ke mana lhu!

ANAK
Pinjam sebentar ya Tante !

ISTRI HANSIP ( ramah-tamah )
O silakan Dik.

ANAK
Ayo !

HANSIP
Tapi pelan-pelan ya !

ISTRI HANSIP ( ngumpat )
Sialan ! Mau mancing kena pancing ! Dasar goblok!

( serombongan pengemis muncul )

Lho, lho ini kok banyak kere sekarang di sini. Bau ! Ayo Ana ! Ntar kena penyakit kamu !

MENARIK ANAKNYA PERGI


ENAM

ORANG-ORANG MISKIN ITU JONGKOK-JONGKOK DI SEKITAR RUMAH PIAN.
SEMENTARA ITU DI DALAM RUMAH PINTU DIKETOK.SEROMBONGAN KELUAR
GA MUNCUL DARI KAMPUNG.LANGSUNG MASUK.MEMBAWA KOPOR SEPERTI ORANG MAU PINDAH.

KELUARGA BERBICARA DI DALAM BAHASA DAERAH.

KELUARGA
Benar, meskipun jauh, tapi segala perkembangan kalian di kota dari dulu selalu kami ikuti.Kami ikut bersyukur atas rakhmat yang kalian terima.

KELUARGA
Rasanya tidak cukup dari jauh, sehingga kami sampai menjual padi supaya bisa datang ke mari.

KELUARGA BICARA LAGI DALAM BAHASA DAERAH

KELUARGA
Jadi maafkan kalau selama ini kita ada sedikit salah paham. Sekarang semuanya jadi jelas,itu karena fitnah orang luar yang tidak suka keluarga kita bersatu. Sekarang semuanya sudah beres.

(ketawa ramah berlebihan)

KELUARGA
Karena hidup di desa sulit sekarang,ya tak segan-segan lagi, habis kepada siapa lagi kalau bukan keluarga sendiri, ya nggak

KELUARGA
Ya

KELUARGA
Dari kecil kamu memang kata orang-orang tua, akan menjadi juru selamat kita semua. Kepada
kamulah kita semua harus mencari perlindungan.Anak-anak membutuhkan sekolah ini ada yang
mau berobat di sini.Juga ada kakekmu yang lumpuh, susah merawatnya di kampung, kami bawa
semua ke mari. Pendeknya kami menyerahkan diri untuk diarahkan oleh kamu

KELUARGA BERBISIK DALAM BAHASA DAERAH.

KELUARGA
O ya, ini ada surat dari Pak RT, Lurah, kawan-kawan dan orang-orang yang dulu menolong kamu di desa. Mereka tidak bisa datang, tapi pesannya, jangan sampai lupa kacang pada kulitnya.

KELUARGA
Kalau kacang lupa kulitnya namanya kualat

KELUARGA NGOMONG DALAM BAHASA DAERAH LAGI. DI DEPAN MUNCUL PINCANG MEMBERI KOMANDO PADA KERE-KERE ITU.

PINCANG
Goblok kenapa di sini. Percuma.Masuk ! Masuk saja ke dalam, minta bagian kamu. Siapa dulu yang melindungi dia waktu dikejar-kejar Tibun. Kamu kan ! Masuk saja masuk !

ORANG-ORANG ITU KEBINGUNGAN SEMENTARA DI DALAM PARA KELUARGA MULAI MENYANYI DALAM BAHASA DAERAH MEMUJA-MUJA PIAN. PARA PENGEMIS LANGSUNG MUNDUR. ADA YANG MENYEMBAH.


PINCANG
Paling sedikit sepuluh ribuan tiap orang dapat. Lihat itu orang desanya datang dari Jawa. Semua dikasih. Kemarin semua tetangga kebagian limaribu. Kamu semua lebih berhak dong. Kita cs nya waktu zaman susah malah tidak kebagian. Ayo rebut. Rebut sana goblok, nanti malah habis, nyesel kamu ! Ayo ! Kamu juga bisa nyanyi kan! Ayo bukan congor kamu!

PINCANG MENENDANG SUPAYA MASUK.TAPI ORANG-ORANG ITU MASIH TAKUT. MALAH ADA YANG MENANGIS DAN MINTA AMPUN.

PINCANG
Kampret, goblok semua ! Pantesan jadi kere terus. Sudah puluhan tahun lhu di sini, kalau terus saja goblok mati di selokan paling banter. Lihat !

( mengeluarkan bungkusan kertas, tapi kemudian beberapa recehan ikut gemerincing )

Lihat ! Gua baru dikasih satu juta kemarin. Mau nggak, Satu juta bisa nyabo satu tahun. Mau nggak ?

( mengulurkan,beberapa orang mencoba meraih,dengan gesit Pincang menariknya )

Enak aja. Ini punya gua. Lhu ambil bagian lhu di dalam, ambil sudah disediain. Nggak mau ? Tolol. Guan ambil buat gua ya !

( mau masuk,tapi dipegang orang-orang itu )

Makanya masuk, nanti direbut gembel-gembel itu !

TERDENGAR RIBUT DI DALAM. SEMUA ORANG BEREBUTAN NGOMONG.

NENEK
Heeee! Eeeeeee ! Satu-satu, satu-satu ngomong nanti semua kebagian !

PINCANG
Denger tidak ?! Semua kebagian.Ambil !

NENEK
Tapi sudah terlambat, kita sudah mau beli mersi !

PINCANG
Belum terlambat. Cepat, cepat ! Goblok !

( memelopori masuk,tapi dipegang oleh orang-orang itu dan mereka menyerbu masuk, Pincang memandang sambil menggalakkan )

Serbu saja,serbu !

PARA PENGEMIS ITU MASUK.


TUJUH

SEMUA ORANG TERKEJUT.

NENEK
Ini banjir kiriman dari mana. Sampah dari mana ini. Ah ?! Apa-apan ini ? Apa-apaan ini !

PINCANG
Serbu saja, serbu !

PARA PENGEMIS MAU MENGAMBIL BARANG-BARANG. NENEK MENGUSIRNYA. PARA KELUARGA MELIHAT PARA PENGEMIS MENGAMBIL BARANG, LALU IKUT
MENGAMBIL. KEADAAN KACAU.KELUARGA PIAN BERUSAHA MENGHALANGI.

PINCANG
Bopeng! Bopeng! Pian ! Pian ! Kamu jangan curang,kamu mau makan sendiri ! Pengkhianat !

DALAM KEADAAN KACAU ITU PIAN DIAM-DIAM BANGKIT DAN KELUAR. LAMPU
MENGGELAP DI DALAM.

PIAN
Satu milyar, yailah satu milyar bukannya kebanyakan. Habis semua gua beli duitnya masih num
puk. Kagak tak usah semilyar, satu juta saja. Seribu juga cukup !

PINCANG
Pian !

PIAN
Hee Pincang ! Kamu ngaco, kamu bilang apa sama mereka, aku dapat lotere satu mulyar? Lihat rumah gua berantakan sekarang !

PINCANG
Bopeng kamu jangan lari, bagi dua !

PIAN
Bagi dua palemu ! Gua tidak kuat dikerjain begini, gua modar !

PARA PENGEMIS DAN KELUARGA TERUS MENGANGKUTI BARANG-BARANG SAMPAI SEMUANYA LUDAS.

PIAN
Kamu setan, lhu telen gua Pincang ! Bajingan telek lhu !

PINCANG
Bagi dua ! Kalau tidak, gua lapor polisi sekarang.

PIAN
Lhu ngerjain terus !

PINCANG
Bagi sama rata Bopeng!

( kepada orang yang merebut harta Pian )

Ambil, ambil semua sampai ludas ! Dia punya satu milyar!

PIAN
Setan !

PIAN MENDEKAT DAN MENENDANG PINCANG SAMPAI JATUH LALU MENGINJAK
INJAKNYA. SESUDAH ITU LARI.PINCANG CEPAT BANGUN.

PINCANG
Bopeng ! Jangan lari lhu! Bagi, bagi ! Bopenggggg !

PINCANG MENGEJAR SUARANYA DI LUAR TERUS MEMANGGIL-MANGGIL.

PINCANG ( di luar )
Bopeng jangan kabur, jangan ngabur lhu !

NENEK MEMUKULI ORANG-ORANG YANG MEREBUT HARTA BENDA ITU SAMBIL
MEMAKI-MAKI.SEDANG ANAK-ANAK MALAH SENANG DAN BERMAIN-MAIN DENGAN KERAMAIAN ITU. ISTRI HANYA DIAM SAJA TERPAKU. SAMPAI TERDENGAR SUARA SEMPRITAN.HANSIP MUNCUL DANA MEGUSIR ORANG-ORANG ITU. BARU SEMUANYA BERLARIAN DIKEJAR OLEH HANSIP DENGAN SEMPRITANNYA.TETAPI SUDAH TERLAMBAT. SEMUA BARANG-BARANG SUDAH LUDAS. BUKAN HANYA BARANG BARU, JUGA BARANG-BARANG LAMA. KAMAR ITU BERSIH,LEBIH DARI ITU, PAKAIAN YANG ADA DI TUBUH NENEK, ISTRI DAN ANAK-ANAK JUGA NYARIS BERSIH DIRENGUTKAN OLEH ORANG-ORANG ITU. DI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA SEMPRITAN, TETAPI DI DALAM RUMAH SEPI.NENEK, ISTRI PIAN DAN ANAK-NAK HAMPIR TELANJANG BERDIRI DI TENGAH RUANGAN YANG TELANJANG TAK BISA MENGATAKAN APA-APA. BENGONG.SEDANGKAN DI LANGIT-LANGIT MASIH TERJULUR TALI STAGEN YANG SEYOGYANYA DIPAKAI UNTUK MENGGAN TUNG DIRI.MENANTANG.

NENEK
Satu milyar rasanya kok begini bener, sepet.

LAMPU REDUP PERLAHAN-LAHAN. DI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA PINCANG.

PINCANG
Bopeng!!!! Jangan kabur lhu. Bopeng!

LAMPU MAKIN REDUP, TAPI MEMUSAT KE KELUARGA PIAN.PIAN TIBA-TIBA
MUNCUL DARI DALAM GELAP.

PIAN
Aku tidak ngabur. Siapa bilang aku ngabur !

( cahaya mengabur tapi ditahan Pian )

Tunggu ! Tunggu dulu, gua belum selesai bicara !

( cahaya lebih terang lagi )

Warni, Pian tidak ngabur, jangan percaya Pincang, jangan percaya mulut orang, percaya sama Pian.Gua bersumpah, gua bersumpah untuk terakhir kali sekarang. Pian beli lotre lagi besok. Pasti sekali ini akan beneran dapat, pasti dapat War. Bukan cuma dua ribu, tapi dua juta, bahkan duaratus juta bahkan dua milyar. Pasti ! Aku sudah dapat nomornya sekarang, aku sudah tahu rahasianya sekarang, tapi harus dibeli dulu baru dicarikan dukun, bukan tunggu dapat baru dibeli ! Aku tidak ngabur lagi sekarang. Gua di sini ! Pian di sini ! Jangan takut !

ISTRI PIAN TAK MENJAWAB.DIA TERSENYUM. PIAN DATANG DAN MEMEGANG TANGANNYA.

PIAN ( mengumpulkan keluarganya )
Sini kumpul semua. Gua sudah insaf sekarang. Gua sudah kapok.Gua kagak mau minum lagi.Gua mulai sekarang.Sini, rapat ke mari jangan gentayangan di luar rumah, sudah malam. Cari ilmu. Dengerin kata nenek. Bantu ibu kamu. Sini masuk rumah, biar bau, ini rumah kamu sendiri ! Ini nenek kamu, ini Mak kamu, ini babe kamu !

( melempar ke samping )

Heeee ! Jangan nyabo di situ pulang ! Kamu jadi orang biasa saja sudah bagus, jangan mau mati di selokan. Kembali ! Mau kembali kagak ?!

ANAK PIAN YANG MASIH DI LUAR MASUK.

PIAN
Ini rumah lhu bukan di jalanan. Ayo ayo ! Jangan pedulikan tetangga, biar mereka ngintip. Biar semua orang ngintil. Aku di sini, aku tidak ngabur lagi. Pian sudah insaf ! Besok kita beli lotre. Kita be li semua supaya hadiahnya semua buat kita, yang lain biar kagak kebagian, peduli amat !

PINCANG ( di kejauhan )
Pian! Bopeng! Jangan ngabur lhu !

PIAN ( teriak )

Bangsat ! Siapa bilang gua ngabur !

( menuntun tangan istrinya menuju ke bawah tali stagen )

Masak orang terus menerus bodoh, seteler teler orang, ini kan manusia juga.

NENEK
Kalau diasah terus gunung batu juga bisa jadi jarum.

PIAN
Benar. Hanya oang-orang sirik yang tidak mau kita insaf. Mereka mau kita jadi kecoak terus. Kalau kita pintar mereka tidak bisa kaya. Pian tidak sebodoh itu, dulu memang.

NENEK
Semua orang kalau laris memang suka ngawuran, tapi langit saja ada batas, manusia namanya, mesti punya pikiran.

PIAN
Biar tidak sekolahan, tapi Pian tahu mana bener mana salah.

NENEK
Itu, cucu nenek, begitu.

PIAN
Kita sudah notok sekarang.

NENEK
Biar orang-orang itu mengejek terus, tapi kita diam-diam saja bergerak, bergerak diam-diam, tahu-tahu semilyar, tahu-tahu naik mersi.Tahu-tahu separuh telanjang begini. Permainan orang kaya ya begini

PIAN
Pokoknya mulai sekarang. Mulai sekarang. Pian bersumpah mulai sekarang ini ke depan semuanya akan beres. Pian tidak judi lagi, tidak nyabo, tidak minum. Hanya beli lotre.

NENEK
Biar dapat lagi dua milyar. Tapi beneran!

LAMAT-LAMAT TERDENGAR SUARA MUSIK DANGDUT YANG EROTIS. MAKIN
KERAS, MAKIN KERAS. CAHAYA FANTASTIS. SEGALANYA SEPERTI IMPIAN. SE
MENTARA PIAN DAN NENEKNYA NGOMONG, BERLANGSUNG UPACARA MENGGANTUNG DIRI. DENGAN KHIDMAT ANAK-ANAK MENYEDIAKAN BANGKU. ISTRI PIAN DITUNTUN OLEH PIAN NAIK KE BANGKU TEPAT DI BAWAH TALI STAGEN ITU. SALAH SATU ANAK MEMBERIKAN SISIR.ISTRI PIAN MENYISIR-NYISIR RAMBUTNYA SAMBIL MEMATUT-MATUT KE KACA KECIL.

PIAN
Kalau kita mau berusaha kata orang, apa-apa juga pasti bisa.Tuh lhu lihat sendiri yang penting ada lah kemauan, ya kan Nek.

NENEK
Bener.

( menyanyikan sebuah tembang daerah )

ISTRI PIAN TELAH SELESAI MENYISIR RAMBUTNYA. SALAH SATU ANAK ME
NGULURKAN SEBUAH BUNGA KAMBOJA. IA MENYISIPKAN DI RAMBUTNYA. PARA TETANGGA, KELUARGA DAN PARA PENGEMIS, PERLAHAN-LAHAN MUNCUL IKUT MENGELILINGI. ISTRI PIAN. ISTRI KEMUDIAN MENGANGKAT SEBUAH BONEKA YANG PERSIS SEPERTI DIRINYA YANG JUGA MENGENAKAN KEMBANG KAMBOJA DI RAMBUTNYA. LALU IA MERAIH TALI STAGEN. KEMUDIAN ISTRI MENGURUT-URUT LEHER BONEKA ITU. BAGAIKAN TARIAN, IA MENGIKATKAN TALI STAGEN ITU KE LEHER BONEKA. SEKARANG SEMUA ORANG IKUT MENYANYI MENGIKUTI SUARA NENEK. MEREKA MENDEKAT, BERKUMPUL DI DEKAT BANGKU. TEMBANG MAKIN KERAS. WAKTU ITU PINTU DIGEDOR KERAS SEKALI.

PINCANG ( Sambil menendangi pintu )
Pian ! Pian ! Lhu jangan ngabur ! Pian ! Piannnnnnn !

ISTRI MENGAMBIL BANGKU DAN MELEMPARKANNYA KE BAGIAN DEPAN PANGGUNG. BONEKA ITU TERGANTUNG. LAGU TERUS TAMBAH KERAS. PIN
CANG MENGENDOR PINTU. TAK BERHASIL. IA LARI KE DEPAN DAN MUNCUL.

PINCANG
Pian ! Pian ! Bangsat ! Lhu jangan ngabur !

IA MEMUNGGUT BANGKU DAN NYARIS HENDAK MELEMPARKANNYA KE DALAM RUMAH. HANSIP MENIUP SEMPRITAN KERAS.

HANSIP
Tenang, tenang !

SEMUA ORANG BERHENTI MENYANYI.

PINCANG
Pian ! Bangsat ! Lhu jangan ngabur !

HANSIP MEMUKUL PINCANG.

HANSIP
Kapok !

MEMBORGOL PINCANG.

PIAN KELUAR DARI ORANG-ORANG ITU.

PINCANG
Pian lhu jangan ngabur !

PIAN
Siapa bilang gua kabur.Gua ada di sini sekarang. Gua di sini !!

HANSIP ( meniup sempritan sehingga semua diam )
Tidak punya uang susah,punya uang jadi begini akibatnya. Kirain gampang jadi orang kaya. Ayo bubar semua. Bubar, ini bukan urusan kita lagi ! Bubar ! Susah jadi juragan, tahu nggak, kalau nggak kuat ya kayak begini jadinya. Berabe nggak ?!

HANSIP BERUSAHA MEMBUBARKAN ORANG-ORANG ITU TAPI TAK BERHASIL. A
YUP-SAYUP TERDENGAR SUARA SIRINE MOBIL AMBULANS. MUSIK DANGDUT TERDENGAR MAKIN KERAS, MAKIN KERAS. CAHAYA LAMPU MEREDUP DAN MENGARAH PADA PIAN. PINCANG MAU MENDEKATI PIAN TAPI DISERET HANSIP.

PINCANG
Curang ! Lhu jangan ngabur, lhu jangan ngabur Pian!

PIAN
Makderodok ! Siapa bilang gua ngabur, siapa bilang gua kabur siapa ....

ISTRI LALU DUDUK DAN MENYISIR RAMBUTNYA SEPERTI DI BAGIAN PERTAMA. IA PERLAHAN-LAHAN MENGUMPULKAN PIKIRANNYA YANG BERSERAKAN, LALU BICARA KEPADA PENONTON. BONEKA ITU TERATYUN=AYUN SEPERTI ANAK YANG SEDANG DININA-BOBOKKAN.

ISTRI BICARA, MULUTNYA BEGERAK-GERAK. LAMPU MEREDUP SEMUA, TINGGAL SEBERKAS CAHAYA KE WAJAH ISTRI YANG TERUS BICARA.


DAN SETERUSNYA


DeKalb, 28 Agustus l986. pukul satu siang
Jakarta, 14 April 2007, pukul 05. 56.

http://banknaskah-fs.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar